Pergulatan wacana mengenai agama dan negara sudah terjadi sejak zaman kolonialisme Belanda. Setidaknya ada dua kubu yakni mereka yang menolak keterlibatan dan keterhubungan antara agama dengan negara, juga mereka yang melihat agama dan negara memilki hubungan yang tak dapat dipisahkan. Menurut Ahmad Syafii Maarif, gagasan mengenai negara/pemerintahan Islam telah mencuat sejak tahun 1920-an dari para… Continue reading Mohammad Natsir, Agama, dan Negara (bagian 1)
Tag: Pancasila
Polemik Sila Ketuhanan di antara Soekarno, Buya Hamka, dan Natsir
Tahun 1951, Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa dipanggil Buya Hamka, menulis dan menerbitkan sebuah buku kecil berjudul Urat Tunggang Pancasila. Buku tipis ini ditulis olehnya sebagai respon atas polemik dari sebuah pidato yang disampaikan oleh Soekarno, Presiden RI saat itu. Sebagaimana diuraikan diawal buku tersebut, Soekarno pada 7 Mei 1951 atau 30 Rajab… Continue reading Polemik Sila Ketuhanan di antara Soekarno, Buya Hamka, dan Natsir
Pancasila: Perjalanan Sebuah ldeologi dan Dasar Negara
Kesepakatan bernegara paling krusial dan fundamental bagi bangsa Indonesia di awal kemerdekaan ialah kesepakatan mengenai dasar negara. Pancasila oleh para pendiri negara (founding fathers) dipandang sebagai landasan falsafah yang bisa mempersatukan kebhinekaan bangsa dalam tataran konseptual dan ideal. Rumusan Pancasila yang otentik tercantum di dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang ditetapkan pada tanggal… Continue reading Pancasila: Perjalanan Sebuah ldeologi dan Dasar Negara
Haji Agus Salim Di Antara Islam dan Negara
“…pada umumnya sudah selesai (pertikaian hukum adat dan Islam). Sehingga kalau boleh dikatakan dengan jernih dan tegas pertikaian adat di Minangkabau sudah selesai, bisa ditentukan dasar hukum adat dan di mana dasar hukum agama. Jadi, itu satu perkara yang tidak akan menerbitkan kekacauan sebagaimana disangkakan. Kedua, wajib umat Islam menjalankan syariat, biarpun tidak ada Indonesia… Continue reading Haji Agus Salim Di Antara Islam dan Negara
Jalan Panjang Dasar Negara: Dari Piagam Jakarta ke Pancasila
Bulan Juni menjadi bulan spesial bagi Indonesia. Pertama, pemerintah secara resmi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Pancasila. Kedua pada tanggal 22 Juni sebagian masih mengingatnya sebagai hari Piagam Jakarta. Keduanya bertalian sangat erat. Meski di benak masyarakat keduanya seakan-akan hadir bertentangan, padahal jika dicermati keduanya adalah kelanjutan dan perkembangan ketimbang pertentangan. Pertentangan ini bisa… Continue reading Jalan Panjang Dasar Negara: Dari Piagam Jakarta ke Pancasila
Syari’at Islam dan Piagam Jakarta di Mata Hamka
Prof. Dr. Hazairin S.H, seorang ahli hukum yang telah terkenal dalam pengetahuannya tentang hukum Indonesia, memberikan pernyataan yang dikutip oleh Buya Hamka, bahwasanya Piagam Jakarta yang ditetapkan tanggal 22 Juni 1945, dan disebut Presiden Soekarno menjiwai keseluruhan Undang-Undang Dasar 1945, merupakan sebab utama dan hukum yang kuat bagi timbulnya Proklamasi 17 Agustus 1945. Ia… Continue reading Syari’at Islam dan Piagam Jakarta di Mata Hamka
Tertipu ‘Tan Tjeng Bok’
Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesian, pada tanggal 18 Agustus 1945, digelarlah rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dalam rapat itu, PPKI mengambil keputusan untuk mengesahkan dan menetapkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Namun, kekecewaan kemudian merebak di kelompok Islam. Sebab, mereka harus menerima kompromi demi pembentukan negara Indonesia yang mereka cita-citakan… Continue reading Tertipu ‘Tan Tjeng Bok’
Lika-Liku Politik NU
“Pak Mahfud orang yang belum pernah menjadi kader NU,” ujar Said Agil Siradj, Ketua PBNU. Pernyataan tadi menjadi lonceng pupusnya peluang Mahfud M.D. menjadi Calon Wakil Presiden Joko Widodo pada Pemilu 2019. Jokowi akhirnya lebih memilih K.H. Ma’ruf Amin sebagai calon wakilnya. Apa daya, kemeja putih yang sudah disiapkan Mahfud untuk deklarasi tak jadi dipakai… Continue reading Lika-Liku Politik NU
Pemikiran M.Natsir tentang Prinsip-Prinsip Kenegaraan Islam untuk Indonesia
Abstrak Natsir dikenal sebagai tokoh gerakan Islam, baik politik maupun dakwah, yang sangat membela ideologi Islam. Ada yang menyangka pemikirannya dalam masalah kenegaraan sama seperti gerakan NII Kartosuwiryo yang anti-RI atau pemikiran yang ingin merevitalisasi khilafah secara revolusioner yang juga anti-RI. Untuk itu, tulisan ini ingin mengungkap bagaimana sebetulnya gagasan politik Islam Natsir, khususnya dalam… Continue reading Pemikiran M.Natsir tentang Prinsip-Prinsip Kenegaraan Islam untuk Indonesia
Menepuk Memori, Mengembalikan Makna Pancasila
“Pokoknya saya Pancasila!” katanya ngotot, sambil ngedumel dalam hati,”lawan radikalisme,” sambil menunjuk kaum radikal yang katanya anti Pancasila di seberang sana. Profil Picture-nya berubah, menggunakan warna merah, katanya biar nasionalisme dan Pancasilais sejati. Maklum, jarang-jarang lagi bisa teriak-teriak Pancasila. Intinya kita merayakan saja, merayakan hari kelahirannya! Walau katanya, kelahirannya masih diperdebatkan karena beberapa pakar tak… Continue reading Menepuk Memori, Mengembalikan Makna Pancasila
Islam dan Kerukunan Umat Beragama
Satu waktu, wartawan majalah Panji Masyarakat mewawancarai mantan Menteri Agama, KH. Saifuddin Zuhri, ihwal kerukunan antar umat beragama. Dalam wawancara itu, Tokoh NU ini menerangkan, kerukunan bisa terwujud apabila adanya toleransi. Toleransi, menurutnya, menenggang orang lain tanpa mengorbankan prinsip. “Saya orang Islam, ber-Tuhan kepada Allah SWT, dan Muhammad adalah Utusan Tuhan. Bila saya korbankan prinsip… Continue reading Islam dan Kerukunan Umat Beragama
Buya Hamka dan Pancasila
Pancasila. Sembilan huruf itu, dari sejak awal digali oleh Sukarno dan dilengkapi oleh Panitia Sembilan di tahun 1945, hingga kini tak kehilangan perbincangannya di masyarakat. Sejak masa kemerdekaan, rezim orde lama, orde baru, Pancasila terus diberikan makna yang berbeda-beda. Jika Pancasila awalnya sebagai dasar negara merupakan sebuah landasan sementara sebelum sidang konstituante, maka di rezim… Continue reading Buya Hamka dan Pancasila