Di masa lalu Kesultanan Pasai menjadi pusat keilmuan Islam. Dari Pasai, tulisan Jawi menyebar ke berbagai penjuru negeri bersama karya-karya para ulama. Menurut Uka Tjandrasasmita, kemajuan dan kesinambungan penggunaan tulisan Jawi nampak jelas di abad ke-17.[1] Tetapi sebenarnya, perkembangan tulisan Jawi telah dimulai sejak hadirnya Kesultanan Samudra Pasai di Sumatera. Hermansyah dalam Kesultanan Pasai Pencetus… Continue reading Masuknya Islam ke Indonesia (4): Pasai sebagai Mercusuar Islamisasi
Tag: Indonesia
Natsir, Mosi Integral dan Soekarno
“…tidak sekedjap matapun aku mempunjai lubuk pikiran dibelakang kepalaku ini melarang kepada pihak Islam untuk mengandjurkan atau mempropagandakan tjita2 Islam. Sama sekali tidak.” (Soekarno: 1954) Merangkai kembali rajutan sejarah bernama Indonesia merupakan hikmah yang mendalam. Rajutan itu terdiri dari berbagai sisi dan kisah. Indonesia bukanlah sebuah entitas tunggal. Ia terdiri dari berbagai macam latar dan… Continue reading Natsir, Mosi Integral dan Soekarno
Menepuk Memori, Mengembalikan Makna Pancasila
“Pokoknya saya Pancasila!” katanya ngotot, sambil ngedumel dalam hati,”lawan radikalisme,” sambil menunjuk kaum radikal yang katanya anti Pancasila di seberang sana. Profil Picture-nya berubah, menggunakan warna merah, katanya biar nasionalisme dan Pancasilais sejati. Maklum, jarang-jarang lagi bisa teriak-teriak Pancasila. Intinya kita merayakan saja, merayakan hari kelahirannya! Walau katanya, kelahirannya masih diperdebatkan karena beberapa pakar tak… Continue reading Menepuk Memori, Mengembalikan Makna Pancasila
Mengingat Mosi Integral Moh. Natsir
Indonesia sebenarnya memiliki ‘dua proklamasi’. Pertama,Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 sebagai pernyataan bahwa penjajahan terhadap bangsa Indonesia telah berakhir dan bangsa ini menyatakan kemerdekaannya. Kedua, Proklamasi Berdirinya NKRI pada 17 Agustus 1950 sebagai pernyataan bubarnya 16 negara bagian, termasuk RI, dan melebur ke dalam negara baru bernama NKRI. Kemerdekaan telah diproklamasikan pada… Continue reading Mengingat Mosi Integral Moh. Natsir
Kementerian Agama RI : Meng-agama-kan Bangsa Agar Tetap Beragama
Tulisan Hadji Agus Salim berjudul “Kementerian Agama dalam Republik Indonesia” di Majalah Mimbar Agama No 2 Tahun Ke-1/1950 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama menarik untuk dicermati, “Politik agama dalam Republik kita berlainan dengan politik yang dulu-dulu. Pertama sekali ia tidak bertujuan menolong membesar-besarkan usaha pihak agama lain untuk memindahkan orang Islam dari agamanya yang asli.… Continue reading Kementerian Agama RI : Meng-agama-kan Bangsa Agar Tetap Beragama
Memaknai Hari Santri
Pemerintah telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan Hari Santri berdasarkan peran santri dalam penegakan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya setelah munculnya Fatwa (Resolusi) Jihad dari KH Hasyim Asy’ari. Namun penetapan Hari Santri mendapatkan keberatan dari sebagian kalangan terutama ormas Islam Muhammadiyah. Kontroversi ini dapat kita lihat dari pendapat ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.… Continue reading Memaknai Hari Santri
Elegi 10 November dan Resolusi Jihad yang Ter(di)lupakan
Panas terik menggantung, diselingi desing pesawat yang terus berputar-putar di langit Surabaya. Lepas kumandang adzan bersahutan, ketika bulatnya mentari tepat di atas kepala, pesawat yang berbunyi bagai kepakan sayap jangkrik super cepat, berbising, memuntahkan puluhan ribu selebaran, puluhan ribu kertas bergoyang-goyang, terhempas angin, memenuhi atap, mobil, sepeda, jalan, hingga lorong-lorong Kota tua ini. Di tepi… Continue reading Elegi 10 November dan Resolusi Jihad yang Ter(di)lupakan
Belajar dari Sikap Perwira Soekiman Wirjosandjojo
Di masa penjajahan, kata “Indonesia” belum dikenal. Wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke ini dikenal dengan nama Hindia-Belanda. Hampir-hampir dilupakan, yang pertama kali menggunakan “Indonesia” sebagai nama organisasi ialah organisasi para mahasiswa Hindia-Belanda yang sedang menuntut ilmu di Negeri Belanda. Pada 1920-an terjadi peristiwa revolusioner, yaitu perubahan nama organisasi mahasiswa pribumi itu dari Indische… Continue reading Belajar dari Sikap Perwira Soekiman Wirjosandjojo
Hari Ibu : Menolak Feminisme Sejak Dahulu
87 tahun yang lalu atau pada tahun 1928, organisasi-organisasi perempuan Indonesia mengadakan Kongres Perempuan di Bandung. Kongres tersebut memutuskan agar setiap tanggal 22 Desember dijadikan sebagai Hari Ibu dengan semboyan “Merdeka Melaksanakan Dharma”. Maka, tulis Sujatin Kartowijono dalam bukunya Perkembangan Pergerakan Wanita Indonesia, kaum wanita mulai menghayati cita-cita Ibu Keluarga, Ibu Masyarakat, dan Ibu Bangsa[1].… Continue reading Hari Ibu : Menolak Feminisme Sejak Dahulu
NU, Indonesia dan Palestina
Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW belum lama berlalu. Meskipun peristiwa Isra Miraj diperingati di Indonesia secara khusus, namun pesan mendalam dari peristiwa tersebut hendaknya tak menguap seiring berlalunya waktu. Selain tentang mukjizat, dan salat, Isra Miraj juga mengungkapkan betapa istimewanya kedudukan Masjid Al Aqsa dalam Islam. Namun keistimewaan itu tidak sejalan dengan nasibnya saat… Continue reading NU, Indonesia dan Palestina