Eratnya hubungan Indonesia dan Palestina tercermin dari dukungan Mufti Palestina yang menyiarkan keberpihakannya pada kemerdekaan Indonesia pada 6 September 1944 lewat siaran radio di Berlin. Amin al-Husayni menyatakan bahwa kaum Muslimin seluruh dunia sungguh memperhatikan nasib Indonesia karena 60 juta penduduknya terdiri dari kaum Muslimin.[1] Kabar ini segera disebarkan oleh para pemuda pelajar Indonesia di… Continue reading Solidaritas Indonesia-Palestina: Dari Ormas ke Negara (3)
Tag: Hatta
๐๐ป๐ฑ๐ฒ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฒ๐ป๐๐ถ ๐ฃ๐ผ๐น๐ถ๐๐ถ๐ธ ๐๐๐ฎ๐ฟ ๐ก๐ฒ๐ด๐ฒ๐ฟ๐ถ ๐ ๐ผ๐ต๐ฎ๐บ๐บ๐ฎ๐ฑ ๐ก๐ฎ๐๐๐ถ๐ฟ: ๐ ๐ฒ๐ป๐ผ๐น๐ฎ๐ธ ๐๐ฎ๐ป๐๐๐ฎ๐ป ๐ฆ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ฆ, ๐ ๐ฒ๐ป๐ด๐ธ๐ฟ๐ถ๐๐ถ๐ธ ๐จ๐๐ผ๐ฝ๐ถ๐ฎ ๐ฅ๐๐๐ถ๐ฎ
Sosok Mohammad Natsir selama ini masih jarang diungkap dalam buku-buku teks mengenai sejarah diplomasi Republik Indonesia. Meski pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan, Perdana Menteri maupun Ketua Umum Partai Masyumi, nama Natsir seolah-seolah tenggelam di antara kebesaran para pendiri bangsa lainnya, khususnya dalam upaya melawan kolonialisme dan imperialisme serta mewujudkan perdamaian dunia. Padahal peran Natsir dalam… Continue reading ๐๐ป๐ฑ๐ฒ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฒ๐ป๐๐ถ ๐ฃ๐ผ๐น๐ถ๐๐ถ๐ธ ๐๐๐ฎ๐ฟ ๐ก๐ฒ๐ด๐ฒ๐ฟ๐ถ ๐ ๐ผ๐ต๐ฎ๐บ๐บ๐ฎ๐ฑ ๐ก๐ฎ๐๐๐ถ๐ฟ: ๐ ๐ฒ๐ป๐ผ๐น๐ฎ๐ธ ๐๐ฎ๐ป๐๐๐ฎ๐ป ๐ฆ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ฆ, ๐ ๐ฒ๐ป๐ด๐ธ๐ฟ๐ถ๐๐ถ๐ธ ๐จ๐๐ผ๐ฝ๐ถ๐ฎ ๐ฅ๐๐๐ถ๐ฎ
Jalan Panjang Dasar Negara: Dari Piagam Jakarta ke Pancasila
Bulan Juni menjadi bulan spesial bagi Indonesia. Pertama, pemerintah secara resmi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Pancasila. Kedua pada tanggal 22 Juni sebagian masih mengingatnya sebagai hari Piagam Jakarta. Keduanya bertalian sangat erat. Meski di benak masyarakat keduanya seakan-akan hadir bertentangan, padahal jika dicermati keduanya adalah kelanjutan dan perkembangan ketimbang pertentangan. Pertentangan ini bisa… Continue reading Jalan Panjang Dasar Negara: Dari Piagam Jakarta ke Pancasila
Keturunan Tionghoa di Mata Bung Hatta
Pemerintah Jogja diprotes. Karena melarang Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan Tionghoa punya tanah di sana. โKami mempertanyakan kenapa kebijakan diskriminatif itu masih dipertahankan sampai sekarang,โ demo Willie, seorang pria keturunan Tionghoa di depan gedung DPRD Jogja dua tahun lalu (Kompas, 29/9/2015). Tahun 2016, keturunan Tionghoa lainnya, Siput, juga tidak terima. Ia melayangkan somasi kepada Gubernur… Continue reading Keturunan Tionghoa di Mata Bung Hatta
Bung Hatta dan ‘Opsir Jepang’: Sebuah Pertanyaan Sejarah
Pada 18 Agustus 1945, atas inisiatif Mohammad Hatta, menjelang pembukaan rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) diadakan lobby untuk mengubah keputusan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) mengenai rancangan Undang-Undang Dasar, utamanya kalimat dalam Preambule: “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Mengapa Hatta berinisiatif mengubah keputusan BPUPK yang menurut Bung Karno merupakan kompromi… Continue reading Bung Hatta dan ‘Opsir Jepang’: Sebuah Pertanyaan Sejarah
Piagam Jakarta dan Makna Sila Pertama
Prof. Mr. Kasman Singodimedjo, tokoh Islam dan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam ceramah Ramadhan tanggal 17 Agustus 1979 di Masjid Arief Rahman Hakim Universitas Indonesia – Salemba, Jakarta, menyatakan, โKemerdekaan RI dicetuskan tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 pagi oleh Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia. Apa yang tersedia pada… Continue reading Piagam Jakarta dan Makna Sila Pertama
Dwi Tunggal dalam Kenangan
Saat memasuki bandara, terlihatlah 2 patung sosok proklmator Republik Indonesia, Soekarno & Hatta. Begitu lekat kedua nama tersebut, seakan-akan seperti tak bisa dipisahkan ketika menyebut salah satunya. Begitu lekatnya dalam benak pemuda seperti saya,yang tidak pernah hidup sezaman dengan mereka, hingga dalam benak banyak pemuda saat ini mereka seperti dua jiwa yang menyatu, yang selalu… Continue reading Dwi Tunggal dalam Kenangan
Pustaka dan Bung Hatta
Bung Hatta adalah sosok yang sangat menyayangi buku. Banyak kisah-kisah menarik seputar kehidupan beliau dengan pustakanya. Seperti misalnya, suatu hari ada orang yang membaca buku sambil melipatnya sehingga bagian sampul depan dan belakang buku bertemu satu sama lain. Beliau marah melihatnya. โTak boleh buku dilipat macam itu,โ katanya dengan nada keras. Dalam kesempatan lain, beliau… Continue reading Pustaka dan Bung Hatta