Di zaman merdeka ini, mengapa sebagian dari kita ragu atau bahkan enggan menentang ketika agama dan negara dilecehkan? Hati terasa hambar, otak masa bodoh, tekanan darah rendah, otot kendur bergerak, tangan kaku menulis kritik, dan lidah kelu membela. Kalau dulu, sebagaimana dituturkan oleh Buya Hamka dalam bukunya “Ghirah dan Tantangan terhadap Islam”, Tuanku Imam Bonjol… Continue reading 10 November: Menggugah Ghirah
Tag: Buya Hamka
Menista Islam dari Masa ke Masa
Sedari dulu, ulu hati kehormatan umat Islam telah diinjak-injak oleh musuh-musuhnya lewat penistaan agama.Aksi nista mereka telah ciptakan keresahan dan benturan di tengah masyarakat. Di abad ke-18, hidup seorang haji yang pernah menggemparkan daerah Tuban, pesisir Jawa Timur. Namanya Ahmad Mutamakin. Ia telah mengabaikan syariat dan mengajarkan ilmu hakikat kepada orang-orang. Diceritakan oleh seorang pujangga Keraton Surakarta,… Continue reading Menista Islam dari Masa ke Masa
Buya Hamka Bicara Tentang Santri dan Abangan
Karena “pembagian” yang tidak wajar itu, maka kedua belah pihak pun bertambah lama bertambah terpisah. Yang abangan kian jauh dari Islam dengan sadar atau tidak sadar. Tercapailah kesukaan budaya yang bersimpang dua. Abangan menyukai wayang dan tari serimpi. Mutihan menyukai berzanji dan gambus. Dan ada santri melihat wayang, dianggaplah dia telah “menyeleweng” oleh golongannya. Kalau… Continue reading Buya Hamka Bicara Tentang Santri dan Abangan
Kupasan: Islam dalam Madilog Tan Malaka
Baca online: KUPASAN: ISLAM DALAM TINJAUAN MADILOG TAN MALAKA oleh Musdicov Badan Usaha & Penerbit Muslimin Indonesia pada tahun 1950 menerbitkan sebuah risalah dalam bentuk buku yang berjudul Kupasan Islam dalam Tinjauan Madilog Tan Malaka. Buku yang menggunakan nama penulis Mussdicov ini mengupas salah satu karya Tan Malaka “Islam dalam tinjauan Madilog (Materialisme,… Continue reading Kupasan: Islam dalam Madilog Tan Malaka
Majalah Hikmah No. 14, April 1953
Majalah Hikmah adalah salah satu majalah yang dikenal luas era 50an. Majalah ini digawangi oleh para tokoh-tokoh Partai Masyumi. Dipimpin oleh M. Natsir, jajaran redaksi di huni oleh tokoh Masyumi seperti Z.A. Ahmad, AR Baswedan, dan Buya Hamka. Terbit tahun 1947, Majalah Hikmah terbit setiap minggu dikategorikan sebagai majalah populer, berisi rubrik yang bervariasi,… Continue reading Majalah Hikmah No. 14, April 1953
Siti Raham, Antara Peran Politik dan Penjaga Kehormatan Buya Hamka
“Pandai-pandailah kau bercermin, kalau kau pandai bercermin maka selamatlah kau dunia akhirat” Di belakang laki-laki hebat pasti selalu ada perempuan hebat di belakangnya. Pepatah ini bukan hanya sekedar omong kosong belaka atau pun hanya rangkaian kata tanpa makna, namun nyata, salah satunya terjadi pada Hamka. Siapa orang yang tidak mengenal sang otodidak multitalenta bernama… Continue reading Siti Raham, Antara Peran Politik dan Penjaga Kehormatan Buya Hamka
Di Balik Fatwa Buya Hamka
Beberapa waktu lalu, aksi kristenisasi di Indonesia menuai berbagai kecaman dan meresahkan masyarakat, terutama umat Islam. Masih hangat di ingatan kita, seorang nenek berjilbab yang sedang berjalan kaki dalam Car Free Day (CFD), tiba-tiba dijegat dan dipaksa berdoa kepada Yesus oleh misionaris.[1] Kemudian pada kasus lain, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) tidak menyetujui aturan Polri… Continue reading Di Balik Fatwa Buya Hamka
Perjalanan Panjang UU Perkawinan : Antara Mengikat atau Menceraikan Agama dari Negara
Tarik-menarik dan kontroversi UU Perkawinan di Indonesia kembali riuh. Pengajuan judicial review UU Perkawinan No. 1 tahun 1974 ke Mahkamah Konstitusi[1], sesungguhnya hanya membolak-balik lembaran sejarah UU Perkawinan itu sendiri. UU Perkawinan menjadi ajang tarik menarik antara umat Islam yang mendukung syariat Islam dan pendukung sekularisme. Keinginan untuk menyingkirkan aturan aturan Tuhan dalam undang-undang ditolak… Continue reading Perjalanan Panjang UU Perkawinan : Antara Mengikat atau Menceraikan Agama dari Negara
9 Ramadhan 1364 : Arti Kemerdekaan Bagi Buya Hamka dan Kita
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, saat dimana Indonesia merasakan karunia dari Allah untuk menikmati kemerdekaan.Pada 9 Ramadhan 1364 H (17 Agustus 1945), proklamasi kemerdekaan itu dinyatakan. Kemerdekaan yang telah berusia 73 tahun ini (9 Ramadhan 1364 -1437 H) mengingatkan untuk berkaca kembali, apa makna kemerdekaan bagi kita? Apa harga yang harus dibayar untuk kemerdekaan yang… Continue reading 9 Ramadhan 1364 : Arti Kemerdekaan Bagi Buya Hamka dan Kita
Jejak Tafsir Qur’an di Indonesia
Al Qur’an, telah lama menjadi bagian dari umat Islam di Indonesia. Sedari dini, anak-anak di ajarkan dekat dan berinteraksi dengan Al Quran. Salah satu usaha mendekatkan dengan Al Qur’an adalah dengan menafsirkan Qur’an, sehingga Al Qur’an sebagai pedoman hidup mampu lebih dipahami oleh umat. Proses menafsirkan ayat-ayat Al Quran awalnya merupakan sebuah proses pengajaran untuk… Continue reading Jejak Tafsir Qur’an di Indonesia
Lahirnya Pers Islam di Indonesia
Salah satu hal yang turut menentukan perjuangan umat Islam adalah penguasaan media massa. Melalui media massa, peperangan pemikiran yang sengit, penyebaran ilmu serta penguasaan opini di masyarakat dapat dikuasai. Perjuangan umat Islam di Indonesia melalui media massa nyatanya memang telah berurat dan berakar, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Jika kita bercermin dari lembaran sejarah, akan… Continue reading Lahirnya Pers Islam di Indonesia