Kisah, Kasih, dan Selisih: Potret Hubungan Tokoh PERSIS & NU

ara ulama dan pemimpin Islam sedang berkumpul di rumah K.H. Wahid Hasyim; Dari kiri ke kanan K.H. Iljas (NU), Tuan Hassan (PERSIS), K.H. Wahab Chasbullah (NU), K.H. Wahid Hasyim, (NU), Natsir (PERSIS), dan Hamka (Muhammadiyah). (Sumber: FB/Mahmud Budi Setiawan)

Persatuan Islam (PERSIS) dan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan dua organisasi masyarakat Islam di Indonesia. NU dikenal sebagai ormas Islam paling besar pengikutnya di Indonesia – beberapa sumber menyebut terbesar di dunia. Sementara, PERSIS merupakan ormas yang jumlah pengikutnya jauh lebih sedikit, tetapi pengaruhnya cukup menggema khususnya dalam menyuarakan ide pemurnian Islam. Apabila ditinjau secara kronologis,… Continue reading Kisah, Kasih, dan Selisih: Potret Hubungan Tokoh PERSIS & NU

Kisah Unik Dibalik Amputasi Kaki A. Hassan

A. Hassan seorang ulama yang ahli dalam menulis dan berdebat. Banyak karyanya digemari para pembaca bahkan ia termasuk 10 orang pengarang Islam terkemuka tahun 1957 versi Himpunan Pengarang Islam. Selain piawai dalam menulis, ia juga ahli dalam berdebat. Dari orang atheis, ahmadiyah bahkan tokoh Islam yang lain pun pernah berdebat dengannya. Pernah suatu sebagaimana diceritakan… Continue reading Kisah Unik Dibalik Amputasi Kaki A. Hassan

A.Hassan, Pribadi Simpatik Di Balik Kritik Yang Tajam

“Saya benar-benar tidak menyangka, A.Hassan yang demikian keras dalam tulisan-tulisannya, kiranya seorang tuan rumah penerima tamu yang paling empuk dan baik”   inilah kesaksian Z.A. Ahmad[1] terhadap A.Hassan yang ramah dalam memuliakan dirinya sebagai tamu. A. Hassan adalah seorang tokoh Persatuan Islam (Persis) yang lahirkan pada tahun 1887 di Singapura. Ia disebut-sebut sebagai Trio Reformer Islam… Continue reading A.Hassan, Pribadi Simpatik Di Balik Kritik Yang Tajam

Gerak Dakwah Persis

Jumlah awal anggota Persis pada masa pendirian itu tidak kurang dari 20 orang. Aktivitas Persis masa awal pun hanya berkisar pada jama’ah shalat Jum’at. Adapun syarat untuk menjadi anggota Persis pada masa itu hanyalah minat tinggi terhadap persoalan agama dan muslim yang mewakili baik sudut pandang modernis maupun tradisionalis pada awalnya sama-sama terdaftar sebagai anggota.… Continue reading Gerak Dakwah Persis

MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 1)

Sayang sekali saudara-saudara! Alih-alih serukan persatuan, energi sebagian dari kita justru terperas oleh perseteruan antar kalangan. Terjebak konflik wahabiyah dan asy’ariyyah, terbiasa debat kusir soal demokrasi dan khilafah, tak lelah-lelah bantah-membantah masalah furu’iyyah, tak satu suara fatwakan perkara aqidah, berebut pengaruh tuk eksistensi kelompoknya semata, lantang merendahkan dan lirih meninggikan jalan juang saudaranya, dan semua… Continue reading MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 1)

MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 2)

Menggalang Persatuan Setelah kongres Al-Islam berhenti pada 1928-1930 –seolah-olah selama tiga tahun itu, ikatan tali persatuan umat renggang-, Partai Sarekat Islam berganti nama jadi Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) pada tahun 1930, berusaha mengencangkan tali itu dengan mengadakan dua kali Konferensi Komite Al-Islam pada tahun 1931 dan 1932. Namun PSII memerlukan momen khusus untuk membangkitkan… Continue reading MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 2)

Debat Nadhlatoel Oelama (NO) dan Persatoean Islam (Persis) : Pendapat yang Bersilang, Hati yang Bertaut

Ada kisah menarik yang terjadi pada tahun 1935 di Bandung, Jawa Barat. Waktu itu sedang ramai dibincangkan masalah tentang hukum taqlid dalam Islam. Nahdlatoel Oelama (NO) pada masa itu “mewajibkan taklid”, sedangkan Persatoean Islam (Persis) “mengharamkan taqlid”. Dua pendapat ini saling bertentangan. Pada 15 November 1935, tersiar kabar bahwa NO cabang Bandung pada 17-18 November… Continue reading Debat Nadhlatoel Oelama (NO) dan Persatoean Islam (Persis) : Pendapat yang Bersilang, Hati yang Bertaut

Menelisik ‘Islam Nusantara’

Setelah kasus pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa pada acara Isra’ Mi’raj. di Istana Negara tahun 1436 H (2015) publik Indonesia disibukkan dengan istilah baru, yaitu ‘Islam Nusantara.’ Tidak jelas benar siapa yang memulai menggunakan istilah ini. Akan tetapi istilah ini menjadi semakin populer ketika NU mengusung istilah ini untuk tema Muktamarnya yang ke-33 bulan Agustus… Continue reading Menelisik ‘Islam Nusantara’