Tahun 1951, Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa dipanggil Buya Hamka, menulis dan menerbitkan sebuah buku kecil berjudul Urat Tunggang Pancasila. Buku tipis ini ditulis olehnya sebagai respon atas polemik dari sebuah pidato yang disampaikan oleh Soekarno, Presiden RI saat itu. Sebagaimana diuraikan diawal buku tersebut, Soekarno pada 7 Mei 1951 atau 30 Rajab… Continue reading Polemik Sila Ketuhanan di antara Soekarno, Buya Hamka, dan Natsir
Tag: Natsir
Di Balik Capita Selecta M. Natsir
Mohammad Natsir jang lahir di Alahan Pandjang Soematra Barat itoe, bukan sadja seorang pahlawan dalam bidang politik sebagaimana jang dikenali masjarakat pada oemoemnja. Djauh sebeloem ia berkiprah di lapangan perdjoeangan, baik itoe perdjoeangan pendidikan, politik dan da’wahnja, ia ternjata adalah seorang penoelis jang mahir dan mampu mengomentari berbagai matjam persoalan jang terdjadi. Di antara permoelaan… Continue reading Di Balik Capita Selecta M. Natsir
Natsir dan Imaji Tentang Negara
Du choc des opinions jaillit la verite. Karena perbenturan pendapat, terbersitlah kebenaran. Peribahasa Perancis tersebut menjadi semangat Muhammad Natsir ketika menyampaikan perlunya Islam sebagai dasar negara dalam sidang Konstituante 1957. Natsir mewakili Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dengan penuh percaya diri menyatakan kehendaknya supaya negara Republik Indonesia ini berdasarkan Islam. Dalam pidatonya, Natsir mengutarakan sanggahannya… Continue reading Natsir dan Imaji Tentang Negara
Moh. Natsir: Hayat dan Perjuangannya
Tak ada suatu bangsa yang terbelakang menjadi maju melainkan sesudahnya mengadakan dan memperbaiki didikan anak-anak dan pemuda mereka. -Mohammad Natsir Mohammad Natsir merupakan seorang maestro dakwah yang lahir dan tumbuh dalam suasana pergerakan Islam. Ia lahir di Alahan Panjang, Sumatera Barat pada 17 Juli 1908 dan wafat di Jakarta pada tanggal 06 Februari 1993. Ia merupakan… Continue reading Moh. Natsir: Hayat dan Perjuangannya
Natsir dan Perjuangan Media Islam (bagian 2)
Ia dikenal lama sebagai Menteri Penerangan sejak Kabinet Sjahrir. Di sana ia meletakkan dasar-dasar Kementerian Penerangan. Tetapi perannya dalam dunia komunikasi dimulai sejak belia ketika ia menjadi penulis yang perfeksionis. Penulis yang Perfeksionis Taufiq Ismail, seorang budayawan dan sastrawan Indonesia yang ayahnya (Ghoffar Ismail) merupakan sahabat Natsir, memberikan kesaksiannya mengenai Natsir yang menurutnya adalah… Continue reading Natsir dan Perjuangan Media Islam (bagian 2)
Natsir dan Perjuangan Media Islam (Bagian 1)
“Beliau itu adalah seorang guru bangsa, pendidik umat, mujahid dakwah, pejuang, politikus, negarawan.” – Taufik Ismail, Budayawan Mohammad Natsir adalah seorang negarawan multitalenta yang semasa hidupnya memberikan keteladanan dan sepeninggalnya mewariskan kebermanfaatan dalam beberapa bidang kehidupan. Ketokohan Natsir diakui oleh seorang sejarawan yang mengajar di Universiteit van Amsterdam, Geert H. Janssen. Dalam bukunya yang berjudul… Continue reading Natsir dan Perjuangan Media Islam (Bagian 1)
Tulisan yang Mempertemukan Hamka
“Boleh dikatakan bahwa Pedoman Masyarakat lah yang telah banyak menghubungkan kami.” – Hamka Saat Buya Hamka mendapatkan kesempatan memimpin Majalah “Pedoman Masyarakat” di Medan, maka ketika itu pula nama Hamka mulai dikenal dan bertemu pemikiran dengan kalangan luas. Jika sebelumnya Hamka pernah memimpin beberapa majalah sendiri yang tidak berjalan lama, “Khatibuh Ummah” (1925) hanya tiga… Continue reading Tulisan yang Mempertemukan Hamka
Pemikiran M.Natsir tentang Prinsip-Prinsip Kenegaraan Islam untuk Indonesia
Abstrak Natsir dikenal sebagai tokoh gerakan Islam, baik politik maupun dakwah, yang sangat membela ideologi Islam. Ada yang menyangka pemikirannya dalam masalah kenegaraan sama seperti gerakan NII Kartosuwiryo yang anti-RI atau pemikiran yang ingin merevitalisasi khilafah secara revolusioner yang juga anti-RI. Untuk itu, tulisan ini ingin mengungkap bagaimana sebetulnya gagasan politik Islam Natsir, khususnya dalam… Continue reading Pemikiran M.Natsir tentang Prinsip-Prinsip Kenegaraan Islam untuk Indonesia
Natsir, Mosi Integral dan Soekarno
“…tidak sekedjap matapun aku mempunjai lubuk pikiran dibelakang kepalaku ini melarang kepada pihak Islam untuk mengandjurkan atau mempropagandakan tjita2 Islam. Sama sekali tidak.” (Soekarno: 1954) Merangkai kembali rajutan sejarah bernama Indonesia merupakan hikmah yang mendalam. Rajutan itu terdiri dari berbagai sisi dan kisah. Indonesia bukanlah sebuah entitas tunggal. Ia terdiri dari berbagai macam latar dan… Continue reading Natsir, Mosi Integral dan Soekarno
Mengingat Mosi Integral Moh. Natsir
Indonesia sebenarnya memiliki ‘dua proklamasi’. Pertama,Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 sebagai pernyataan bahwa penjajahan terhadap bangsa Indonesia telah berakhir dan bangsa ini menyatakan kemerdekaannya. Kedua, Proklamasi Berdirinya NKRI pada 17 Agustus 1950 sebagai pernyataan bubarnya 16 negara bagian, termasuk RI, dan melebur ke dalam negara baru bernama NKRI. Kemerdekaan telah diproklamasikan pada… Continue reading Mengingat Mosi Integral Moh. Natsir
Agama dan Negara: Membaca Pemikiran M. Natsir
Bagi Natsir, perumusan Pancasila adalah hasil musyawarah para pemimpin pada saat taraf perjuangan kemerdekaan memuncak di tahun 1945. Natsir percaya, di dalam keadaan yang demikian, para pemimpin yang berkumpul itu, yang sebagian besar beragama Islam, pastilah tidak akan membenarkan sesuatu perumusan yang menurut pandangan mereka, nyata bertentangan dengan asas dan ajaran Islam. Setelah Mosi… Continue reading Agama dan Negara: Membaca Pemikiran M. Natsir
Menista Islam dari Masa ke Masa
Sedari dulu, ulu hati kehormatan umat Islam telah diinjak-injak oleh musuh-musuhnya lewat penistaan agama.Aksi nista mereka telah ciptakan keresahan dan benturan di tengah masyarakat. Di abad ke-18, hidup seorang haji yang pernah menggemparkan daerah Tuban, pesisir Jawa Timur. Namanya Ahmad Mutamakin. Ia telah mengabaikan syariat dan mengajarkan ilmu hakikat kepada orang-orang. Diceritakan oleh seorang pujangga Keraton Surakarta,… Continue reading Menista Islam dari Masa ke Masa