“Pokoknya saya Pancasila!” katanya ngotot, sambil ngedumel dalam hati,”lawan radikalisme,” sambil menunjuk kaum radikal yang katanya anti Pancasila di seberang sana. Profil Picture-nya berubah, menggunakan warna merah, katanya biar nasionalisme dan Pancasilais sejati. Maklum, jarang-jarang lagi bisa teriak-teriak Pancasila. Intinya kita merayakan saja, merayakan hari kelahirannya! Walau katanya, kelahirannya masih diperdebatkan karena beberapa pakar tak… Continue reading Menepuk Memori, Mengembalikan Makna Pancasila
Category: Kisah
Abadinya Persahabatan: Hamka dan Hasmi
Gagasan besar maupun misi strategis yang dimiliki seseorang tidak akan dapat diwujudkan jikalau tidak ada sahabat yang senafas sepikiran, seide sehati, tak goyah dikala susah, tak jumawa tatkala jaya. Persahabatan seperti itu tidak akan dapat muncul di atas basis kesementaraan, sasaran jangka pendek, berorientasi pada capaian-capaian materi, pada kontestasi raihan kuasa dan wibawa. Ketika Nabi… Continue reading Abadinya Persahabatan: Hamka dan Hasmi
Rekonsiliasi dan Renungan (3): Dari Buru ke Tanah Suci
Benarkah orang-orang menginginkan rekonsiliasi dari atas? Ataukah rekonsiliasi itu sebenarnya sudah berjalan dengan sendirinya? Lautan manusia. Pemandangan sungguh dramatis. Semua menatapnya dengan takzim. Bulir-bulir bening yang entah mengapa sudah menggunduk di sudut mata. Air mata yang tak henti-hentinya meleleh melewati pipi. Dinding yang begitu kokoh seakan runtuh dengan menatapanya. Ka’bah, membukakan kesadaran ruhani akan… Continue reading Rekonsiliasi dan Renungan (3): Dari Buru ke Tanah Suci
Rekonsiliasi dan Renungan (2): Rekonsiliasi Hakiki
Ada sisi lain dari tragedi 1965 yang bisa kita lihat. Islam menjadi dominan tampil dalam satu wajah, yaitu wajah politik. Alih-alih pendekatan politik konservatif, beberapa orang mencoba melihat dari sisi lain. Merangkul para komunis dan keluarganya. Kerugian Umat Islam Pasca 1965 Peneliti Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI) Solo, Arif Wibowo menyoroti tindakan pembunuhan terhadap… Continue reading Rekonsiliasi dan Renungan (2): Rekonsiliasi Hakiki
Rekonsiliasi dan Renungan (1): Luka Sebelum ’65
Rekonsiliasi belakangan menjadi salah satu kata yang sering dibincangkan.Terlebih jika membahas sejarah bangsa ini, khususnya dalam soal sejarah pergulatan bangsa Indonesia dengan komunisme.Sebagian pihak meminta agar dilakukan rekonsiliasi antar anak bangsa, antara korban dengan pelaku.Bagi yang meminta rekonsiliasi, korban berarti orang-orang yang dirugikan (baik materil maupun non materi) pasca peristiwa 65.Pelaku, tentu saja sebaliknya.Tentu saja… Continue reading Rekonsiliasi dan Renungan (1): Luka Sebelum ’65
Siasat Nekat Sang Diplomat Arab
Cerita ini merupakan kelanjutan dari artikel berjudul: Kado Istimewa Bangsa Arab untuk Indonesia *** Pemerintah Mesir dan Liga Arab mengutus saya ke Indonesia utuk menyampaikan pengakuan resmi terhadap negara baru yang berdaulat itu. Konsulat Belanda di sini menganggap sepi surat-surat kepercayaan saya dan menolak untuk memberikan visa. “Saya mendengar kabar bahwa Anda pernah berlayar… Continue reading Siasat Nekat Sang Diplomat Arab
Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai
Kumandang adzan syahdu menggantung di langit senja Cibarusah, penghujung Bekasi dan Cikarang kini. Merahnya semakin pekat, sirna, sunyi. Area seluas 20 hektar itu kian lengang dengan karung-karung bertumpuk bekas latihan perang, di kelilingi hutan yang masih lebat dengan pepohonan yang kian melegam. Kini, para santri itu memasuki Masjid Mujahidin untuk melaksanakan shalat maghrib. Entah mengapa… Continue reading Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai
Elegi 10 November dan Resolusi Jihad yang Ter(di)lupakan
Panas terik menggantung, diselingi desing pesawat yang terus berputar-putar di langit Surabaya. Lepas kumandang adzan bersahutan, ketika bulatnya mentari tepat di atas kepala, pesawat yang berbunyi bagai kepakan sayap jangkrik super cepat, berbising, memuntahkan puluhan ribu selebaran, puluhan ribu kertas bergoyang-goyang, terhempas angin, memenuhi atap, mobil, sepeda, jalan, hingga lorong-lorong Kota tua ini. Di tepi… Continue reading Elegi 10 November dan Resolusi Jihad yang Ter(di)lupakan
Janggut Haji Agus Salim
Persoalan penampilan ternyata jadi soal pula dalam panggung politik. Termasuk di Indonesia. Salah satu penampilan yang dipersoalkan adalah Janggut. Dan salah seorang yang dikenal berjanggut ‘kambing’ adalah Haji Agus Salim. Haji Agus Salim adalah salah seorang tokoh besar Umat Islam yang mempelopori pergerakan kemerdekaan, ia adalah tokoh yang sudah aktif sejak zaman Sarekat Islam bersama… Continue reading Janggut Haji Agus Salim
Antara Aceh dan Rohingya. Sepenggal Catatan Perjalanan
Seperti Anshar di Madinah, yang menyambut saudaranya seiman para Muhajirin Mekah, semua warga bahu membahu membantu. Para wanita di kampung pun sampai lupa memasak untuk keluarganya, saking ingin memuliakan tamunya. Hasan Ali, muslim Rohingya itu masih lahap menikmati sarapan nasi dengan kolnya di bekas pabrik kertas yang disulap menjadi barak pengungsian bagi sekitar 400… Continue reading Antara Aceh dan Rohingya. Sepenggal Catatan Perjalanan
Dwi Tunggal dalam Kenangan
Saat memasuki bandara, terlihatlah 2 patung sosok proklmator Republik Indonesia, Soekarno & Hatta. Begitu lekat kedua nama tersebut, seakan-akan seperti tak bisa dipisahkan ketika menyebut salah satunya. Begitu lekatnya dalam benak pemuda seperti saya,yang tidak pernah hidup sezaman dengan mereka, hingga dalam benak banyak pemuda saat ini mereka seperti dua jiwa yang menyatu, yang selalu… Continue reading Dwi Tunggal dalam Kenangan
Sehari Bersama Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng
Sebentar lagi kita akan tiba di Pesantren Tebu Ireng sekira 75 tahun silam. Bermula dengan terdengar sayup-sayup…“Gjssss…Gjss ….Gjss..Gjs…s…” kepulan asap keluar dari lokomotif hitam legam, meraung-raung melaju melewati wilayah selatan Jombang, Jawa Timur. Perkebunan tebu setinggi dua meter riuh, berderet rapi, sepanjang perjalanan kereta. Kereta pengangkut tebu Belanda itu melaju menuju stasiun Jombang, enam kilometer… Continue reading Sehari Bersama Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng