Yogyakarta. Kuda-kuda berseliweran di jalanan. Kereta api, masuk dengan perlahan, asapnya mengepul. Sepeda-sepeda tertambat. Alun-alun begitu hidup. Keraton dan Mesjid Gede ramai dikerubuti orang-orang yang berdatangan. Tahun itu, 1941, hampir 30 tahun sudah, Muhammadiyah muncul. Sekolah-sekolah bermunculan bak jamur. Tenaga persiapan melawan penjajah siap sedia. Surau-surau hidup. Setiap sekolah mengkaji ayat, mengeja lafal kalam suci. Gedung… Continue reading Kenangan Bersama Muhammadiyah
Category: Kisah
Air Mata Indonesia di Sudut Kairo
Usianya tak lagi muda. Jenggotnya dan helaian rambutnya kini putih mengkilap. Sesekali ia mengembalikan posisi kaca mata bulat tebalnya ke pangkal hidungnya. Di usianya yang menjejak kepala enam, jejak langkahnya semakin cepat, seperti masa mudanya yang dihabiskan di jalanan sebagai wartawan, lincah. Empat Bulan, sudah, ia tinggal di Mesir. Menanti dalam gerak penuh harap. Menanti… Continue reading Air Mata Indonesia di Sudut Kairo
Mereka yang Berjuang #2
Pagi itu, puluhan tiang bendera berderet rapi, berbaris melengkung mengikuti sudut jalanan, di ujung jalur pedestrian selebar 2 meter, mengikuti lekukan gedung. Desing-desing angin mengebatkan bendera-bendera berwarna-warni yang bergoyang merdu, berkibar-kibar. Kali ini, berjejer di lekukan persimpangan kiri (Jl Braga) dan persimpangan kanan(sekarang bernama Jl. Cikapundung), Kota Kembang. Orang-orang tak lagi mengayuh sepeda, seperti halnya… Continue reading Mereka yang Berjuang #2
Mereka yang Berjuang #1
Pagi itu, Puluhan tiang bendera berderet rapi, berbaris melengkung mengikuti sudut jalanan, di ujung jalur pedestrian selebar 2 meter, mengikuti lengkungan gedung. Desing-desing angin berseliweran. Gedung Merdeka, baru tiga tahun lalu Ir. Soekarno menamainya, sangat anggun. Jantung Kota Bandung, pagi-pagi sekali, mobil-mobil jeep nan antik dan sedan sudah berjejer di bibir Jalan Braga, samping kiri… Continue reading Mereka yang Berjuang #1