“Pandai-pandailah kau bercermin, kalau kau pandai bercermin maka selamatlah kau dunia akhirat” Di belakang laki-laki hebat pasti selalu ada perempuan hebat di belakangnya. Pepatah ini bukan hanya sekedar omong kosong belaka atau pun hanya rangkaian kata tanpa makna, namun nyata, salah satunya terjadi pada Hamka. Siapa orang yang tidak mengenal sang otodidak multitalenta bernama… Continue reading Siti Raham, Antara Peran Politik dan Penjaga Kehormatan Buya Hamka
Category: Kisah
Antara Indonesia dan Maroko
Beberapa waktu silam, penasehat JIB, Tiar Anwar Bachtiar menghadiri Muktamar World Assembly of Muslim Youth (WAMY) di Maroko. Berikut ini adalah kisahnya yang turut mengungkap aspek sejarah dari Indonesia dan Maroko. Selamat membaca! World Assembly of Muslim Youth (WAMY) atau dalam bahasa Arab disebut An-Nadwah Al-‘Alamiyyah lisy-Syabâb Al-Islâmy adalah salah satu organisasi kepemudaan Islam international… Continue reading Antara Indonesia dan Maroko
Catatan Penghujung Tahun: Dari Patani ke Champa, Merajut Jejak Islam di Nusantara
Senja. Matahari tinggal sepenggalah. Menikmati laut di pesisir Thailand Selatan desirnya begitu syahdu. Kemuningnya bercampur jingga. Sepanjang jalan, pasir berkilau. Di sepanjang kiri, ombaknya begitu memukau. Di ujung jalan sana ada negeri impian masa silam, namanya Patani. Orang-orang sini mengenalnya Patani Darussalam. “Kita semua muslim Nusantra,” kata Hasan, kawan saya asal Narathiwat Patani di penghujung… Continue reading Catatan Penghujung Tahun: Dari Patani ke Champa, Merajut Jejak Islam di Nusantara
Prawoto Mangkusasmito: Antara Pahlawan dan Blusukan
“Pahlawan itu bukan ditentukan oleh tempat di mana dia dimakamkan, tetapi pahlwan itu ditentukan oleh jasa-jasanya.” –M.Roem- PRIA berjenggot itu dikenal dengan baju koko, sarung, peci, dan berkacamata. Namanya Prawoto Mangkusasmito. Ia adalah Ketua Umum Masyumi yang terakhir. Usianya saat itu sekitar 60 tahun. Ia meninggal dunia kala melakukan kunjungan dakwah ke sebuah desa dekat… Continue reading Prawoto Mangkusasmito: Antara Pahlawan dan Blusukan
Degup Cita Para Pendiri Bangsa untuk Palestina
Purnama nan bulat begitu cantik, memendar menemani berjuta tapak yang kian lelah dan entah hendak kemana menyusur rerimbunan lautan hutan yang begitu pekat. Temaramnya melarik, menembus relung-relung dedaunan di pucuk pepohan yang menjulang tinggi, bergerumul dalam lantunan takbir yang terus terhela, begitu syahdu. Jutaan orang, kini tak lagi dapat menarik ujung selimutnya. Tapak-tapak berpeluh tanpa… Continue reading Degup Cita Para Pendiri Bangsa untuk Palestina
Pustaka dan Bung Hatta
Bung Hatta adalah sosok yang sangat menyayangi buku. Banyak kisah-kisah menarik seputar kehidupan beliau dengan pustakanya. Seperti misalnya, suatu hari ada orang yang membaca buku sambil melipatnya sehingga bagian sampul depan dan belakang buku bertemu satu sama lain. Beliau marah melihatnya. “Tak boleh buku dilipat macam itu,” katanya dengan nada keras. Dalam kesempatan lain, beliau… Continue reading Pustaka dan Bung Hatta
Mengenang KH Wahid Hasyim (1 Juni: 1914-2016)
Visi Politik Negarawan Muslim Malam semakin larut. Di tatapnya lamat-lamat langit-langit tepat dihadapannya di atas pembaringan. Lelah memang, sudah berbulan-bulan, tak terasa esok hari ialah hari penentuan. Hari dibacakannya Undang-Undang Dasar Negara RI yang dicita-citakan sejak lama. Esok, di hadapan 62 anggota BPUKI, berharap senyum akan tersimpul. Namun, hati begitu dag dig dug gelisah. Mungkin… Continue reading Mengenang KH Wahid Hasyim (1 Juni: 1914-2016)
Ketika Seorang Menteri Mengontrak Rumah
Di dalam gang sempit itu, berkelok dari jalan utama, menyelusup gang-gang padat rumah di Jatinegara terdapat sebuah rumah mungil dengan satu ruang besar. Begitu pintu dibuka, akan ada koper-koper berkumpul di sudut rumah dan kasur-kasu digulung di sudut lainnya ruang besar itu. Di sanalah tempat tidur Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri RI) bersama istri… Continue reading Ketika Seorang Menteri Mengontrak Rumah
Ketika Agus Salim Kecil Mengerjakan PR-nya
Semilir angin berhembus sepanjang kaki Gunung Singgalang yang biru mejulang. Sawah-sawah berjejer rapi, hijaunya menghampar, kerbau-kerbau dan para petani seakan menyemut dari kejauhan sana. Lembah Ngarai mengular di seberang Bukit Tinggi di hadapan dengan panorama yang menghijau. Rumah-rumah berkerumun, berkumpul seolah sedang bercengkrama bersama. Rumah dengan atap khas Minangkabau berjejer, berkerumun dalam jangkauan 1… Continue reading Ketika Agus Salim Kecil Mengerjakan PR-nya
Buya Hamka, Ketika Air Tuba Dibalas Air Susu
“Bila aku mati kelak, minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku.” Di sepetak ruang. Di sudut lorong-lorong gelap, berkelok, tak tahu di mana ujungnya. Ruangan itu tak kalah gelap. Hanya cahaya dari balik jendela kecil di atas sana yang lariknya menembus, membelai debu-debu beterbangan, menyapa lembaran kertas yang menumpuk. Lembaran yang begitu rapi. Lembaran… Continue reading Buya Hamka, Ketika Air Tuba Dibalas Air Susu
Segenggam Maaf Hamka Untuk Yamin
Tatapannya begitu tenang. Tak ada rasa benci di sana. Tak ada dendam. Hamka benar-benar menjalani kehidupan dengan lapang dada. Sebelum wafatnya Soekarno (baca tulisan JIB: Buya Hamka, Ketika Air Tuba dibalas Air Susu) , seorang tokoh Bangsa, Mohammad Yamin sempat berseteru dengan Hamka. Hal ini bermula dari gaung Hamka digedung konstituante Bandung, yang menyerukan agar… Continue reading Segenggam Maaf Hamka Untuk Yamin
Surat Cinta dari Mesir
Surat Cinta Dari Mesir Mesir, kini negeri ini tiba-tiba ramai di seberang sana. Hal ini mungkin karena ada akar sejarah sangat kuat antara Mesir dan Indonesia. Teringat kisah utusan Indonesia -yang saat itu belum dikenal dan belum diakui internasional- yang ditanya “Are you Moslem?” ketika tiba di Mesir tahun 1947. Dengan serempak mereka menjawab “Yes”. Lalu… Continue reading Surat Cinta dari Mesir