Ikthilaf (perbedaan pendapat) sebenarnya merupakan akibat logis dari terbukanya pintu ijtihad. Jadi bukan sebagai sumber tafarruq (perpecahan). Sumber tafarruq dan permusuhan adalah ananiyah (egois) dan nafsu syaithaniyah. Berikut ini pokok-pokok kajian Dr. Mohammad Natsir tentang hal itu, yang diangkat dan disarikan dari bukunya, Fiqhud-Da’wah. Timbulnya ikhtilaf di kalangan kaum muslimin dalam berbagai masalah furu’iyah, adalah… Continue reading M. Natsir : Ikhtilaf Bukan Sumber Perpecahan
Category: Artikel
Dari Indonesia untuk Mujahidin
Duka menyelimuti Suriah belakangan ini. Setelah ratusan ribu orang dibunuh secara kejam dan angkuh oleh rezim Bashar Al Assad, kini, suasana di sana semakin mencekam lantaran intervensi militer Rusia. Intervensi yang berdalih memerangi ISIS dan oleh Kepala Gereja Ortodoks Rusia, Patriarch Kirill, disebut pertempuran suci[1] itu, nyatanya telah menewaskan 370 orang di berbagai wilayah Suriah,… Continue reading Dari Indonesia untuk Mujahidin
Memaknai Hari Santri
Pemerintah telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan Hari Santri berdasarkan peran santri dalam penegakan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya setelah munculnya Fatwa (Resolusi) Jihad dari KH Hasyim Asy’ari. Namun penetapan Hari Santri mendapatkan keberatan dari sebagian kalangan terutama ormas Islam Muhammadiyah. Kontroversi ini dapat kita lihat dari pendapat ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.… Continue reading Memaknai Hari Santri
M. Natsir tentang Pembakaran Gereja
“Islam punya kode yang positif tentang toleransi sesama umat beragama yang tidak perlu dikuatirkan oleh orang-orang beragama lain. Tetapi kalau umat Kristen yang unggul dalam arti materiil dan intelektuil mengkristenkan orang-orang Islam, ini melahirkan ekses yang serius.” Allahyarham Mohammad Natsir baru sehari tiba di Tanah Air dalam lawatannya ke Timur Tengah selama dua bulan. Setiba… Continue reading M. Natsir tentang Pembakaran Gereja
Membela Negeri, Menjaga Kehormatan: Perempuan dan Jilbab dalam sejarah TNI
Bak mendapat angin segar, Wanita TNI (Wan-TNI) diperbolehkan mengenakan jilbab pada saat bertugas oleh mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Hal ini ia sampaikan langsung saat memberikan pengarahan untuk seluruh prajurit TNI bersama istri se-Sumatera Utara di hangar Lapangan Udara Soewondo, Medan, setelah menjawab pertanyaan seorang Wan TNI berpangkat Kapten, Kes Dastria soal penggunaan jilbab, pada… Continue reading Membela Negeri, Menjaga Kehormatan: Perempuan dan Jilbab dalam sejarah TNI
Belajar dari Sikap Perwira Soekiman Wirjosandjojo
Di masa penjajahan, kata “Indonesia” belum dikenal. Wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke ini dikenal dengan nama Hindia-Belanda. Hampir-hampir dilupakan, yang pertama kali menggunakan “Indonesia” sebagai nama organisasi ialah organisasi para mahasiswa Hindia-Belanda yang sedang menuntut ilmu di Negeri Belanda. Pada 1920-an terjadi peristiwa revolusioner, yaitu perubahan nama organisasi mahasiswa pribumi itu dari Indische… Continue reading Belajar dari Sikap Perwira Soekiman Wirjosandjojo
Tinta Merah di Lembar Sejarah
Bulan September menjadi bulan yang panas.Bulan ketika wacana-dan mungkin propaganda saling melintas di masyarakat, melalui media.Di bulan September-lah saat Republik Indonesia diguncang dua peristiwa, yang meski dipisahkan oleh rentang tahun yang berjauhan, namun dieratkan oleh pihak yang sama disekelilingnya. Inilah bulan ketika tragedi pemberontakan Madiun di bulan September 1948 bercampur dan berkait kembali dengan Peristiwa… Continue reading Tinta Merah di Lembar Sejarah
Menista Islam dari Masa ke Masa
Sedari dulu, ulu hati kehormatan umat Islam telah diinjak-injak oleh musuh-musuhnya lewat penistaan agama.Aksi nista mereka telah ciptakan keresahan dan benturan di tengah masyarakat. Di abad ke-18, hidup seorang haji yang pernah menggemparkan daerah Tuban, pesisir Jawa Timur. Namanya Ahmad Mutamakin. Ia telah mengabaikan syariat dan mengajarkan ilmu hakikat kepada orang-orang. Diceritakan oleh seorang pujangga Keraton Surakarta,… Continue reading Menista Islam dari Masa ke Masa
Debat Nadhlatoel Oelama (NO) dan Persatoean Islam (Persis) : Pendapat yang Bersilang, Hati yang Bertaut
Ada kisah menarik yang terjadi pada tahun 1935 di Bandung, Jawa Barat. Waktu itu sedang ramai dibincangkan masalah tentang hukum taqlid dalam Islam. Nahdlatoel Oelama (NO) pada masa itu “mewajibkan taklid”, sedangkan Persatoean Islam (Persis) “mengharamkan taqlid”. Dua pendapat ini saling bertentangan. Pada 15 November 1935, tersiar kabar bahwa NO cabang Bandung pada 17-18 November… Continue reading Debat Nadhlatoel Oelama (NO) dan Persatoean Islam (Persis) : Pendapat yang Bersilang, Hati yang Bertaut
Tragedi Tanjung Priok 1984: Musibah dalam Musibah
Rezim Orde Baru meninggalkan bekas luka hingga kini bagi umat Islam. Pada akhir 60-an menjelang awal 70-an rezim ini mulai menekan umat Islam demi panggung pemilu, maka selepas pemilu 1971, rezim orba mulai menampakkan wajah sebenarnya, termasuk pada umat Islam di Indonesia.[1] Berbagai tekanan mulai dilancarkan kepada umat Islam. Setelah menolak memberikan izin bagi para… Continue reading Tragedi Tanjung Priok 1984: Musibah dalam Musibah
Syaikh Arsyad Al-Banjari: Ulama Pendidik dan Penegak Syariat dari Kalimantan
Pembicaraan mengenai ulama-ulama di nusantara seringkali diramaikan oleh ulama-ulama yang berasal dari Sumatera atau Jawa. Sayangnya belum banyak yang memberi perhatian pada ulama dari daerah lain, terlebih dari Kalimantan. Padahal kontribusi mereka dalam mendakwahkan Islam di nusantara tak kalah pentingnya. Syaikh Arsyad Al-Banjari adalah salah satu ulama yang tunjukkan peran besarnya dalam menorehkan tinta emas… Continue reading Syaikh Arsyad Al-Banjari: Ulama Pendidik dan Penegak Syariat dari Kalimantan
Gelombang Baru Pemikiran Islam di Indonesia
Beberapa peneliti pemikiran Islam di Indonesia sejak Kamal Hassan (1975), Greg Barton (1999), Charles Kurzman (2001), Yudi Latif (2003), hingga Zuy Qodir (2010) berkesimpulan bahwa setelah fase “tradisionalis dan modernis” muncul varian pemikiran baru yang melampaui kedua genre pemikiran sebelumnya. Pemikiran baru ini diberi istilah berbeda-beda oleh masing-masing peneliti, namun dengan maksud dan substansi masalah… Continue reading Gelombang Baru Pemikiran Islam di Indonesia