Mengingat Mosi Integral Moh. Natsir

Indonesia sebenarnya memiliki ‘dua proklamasi’. Pertama,Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 sebagai pernyataan bahwa penjajahan terhadap bangsa Indonesia telah berakhir dan bangsa ini menyatakan kemerdekaannya. Kedua, Proklamasi Berdirinya NKRI pada 17 Agustus 1950 sebagai pernyataan bubarnya 16 negara bagian, termasuk RI, dan melebur ke dalam negara baru bernama NKRI. Kemerdekaan telah diproklamasikan pada… Continue reading Mengingat Mosi Integral Moh. Natsir

K.H. Faqih Usman dan Kemunduran Umat Islam

KH Faqih Usman. Sumber foto: Wikipedia

Beberapa kejadian disekeliling umat Islam saat ini bukan dalam situasi yang membahagiakan. Termasuk di tanah air. Tekanan demi tekanan dirasakan umat Islam di Indonesia. Stigma dan isu-isu yang menyudutkan umat Islam menghiasi media massa. Menuntut aspirasi disamakan dengan intoleransi. Membela akidah dituduh memecah belah. Tak dapat dilupakan pula pembungkaman terhadap jurnalis dan media Islam yang… Continue reading K.H. Faqih Usman dan Kemunduran Umat Islam

Wibawa Dakwah Buya Hamka

Di saat hubungan penguasa dan ulama memanas, di saat fatwa ulama diragukan dan dianggap fitnah, di saat ulama dicurigai, digertak, diancam, dan dikriminalisasi, di saat kesaksian ulama di pengadilan dianggap dusta, di saat ulama didata layaknya buronan, di saat rumah ulama digeledah bak pengedar narkoba, di saat gerak khatib mau dipersempit dengan standardisasi, dan di… Continue reading Wibawa Dakwah Buya Hamka

Jihad di Mata AR Sutan Mansur

JIHAD. Kata tersebut saat ini tampaknya lebih terasa sebagai momok yang menakutkan ketimbang kemuliaan ajaran Islam. Berbagai kejadian yang mendistorsi makna jihad dan gelombang pemikiran dari luar yang mengibliskan kata jihad membuat kita enggan untuk membahasnya. Padahal kata Jihad begitu mulia. Kata Jihad bahkan begitu erat perannya dalam proses tegaknya Republik Indonesia. Tanpa jihad, tak… Continue reading Jihad di Mata AR Sutan Mansur

Sepucuk Surat Tgk Chik di Tiro

Sepucuk surat masih tersimpan rapi di laci meja kerja Belanda di Kutaradja (Banda Aceh). Surat tersebut dari Faqir Haji Syekh Saman di Tiro, begitulah nama di dalam Surat itu ditujukan kepada Residen Belanda van Langen, 1885. Surat-surat ini bukan kali pertama dikirim ke Belanda. Sebagai seorang terpelajar dan alim yang belajar di Haramain (terutama di… Continue reading Sepucuk Surat Tgk Chik di Tiro

Antara 1959 – 65: Di Bawah Naungan Rezim Nasakom

Sukarno dan Aidit. Sumber foto: perpusnas.go.id

Yogyakarta lumpuh! Pangkalan udara maguwo sudah dipenuhi tentara Belanda yang baru saja melepaskan parasutnya. Pagi-pagi sekali, 18 Desember 1948, Belanda menyerbu Ibu Kota. Pesan kilat dikirimkan kepada Syafrudin Prawiranegara yang sedang berada di Bukit Tinggi agar sedia menggantikan Soekarno bila ia ditawan. Para pemimpin negara seperti Soekarno, Hatta, Agus Salim, Sjahrir ditawan Belanda. Syafruddin Prawiranegara… Continue reading Antara 1959 – 65: Di Bawah Naungan Rezim Nasakom

Tapak-tapak Perjalanan Ulama-Patriot K.H. Sholeh Iskandar

Dengan lugas, Sholeh Iskandar menyatakan keheranannya atas pendapat yang menyebut RUU-PA bertentangan dengan Pancasila. Sholeh Iskandar juga tidak memahami pendapat yang menganggap aneh jika syariat Islam masuk ke dalam hukum nasional RI. MENULIS tentang K.H. Sholeh Iskandar (1922-1992) adalah menulis tentang seorang ulama-patriot yang komitmen asasinya terhadap keislaman dan keindonesiaan sungguh-sungguh utuh, dan tanpa pamrih.… Continue reading Tapak-tapak Perjalanan Ulama-Patriot K.H. Sholeh Iskandar

115 Tahun Jamiat Kheir (1901-2016) dan Kebangkitan Nasional di Indonesia

Pada tanggal 27 November 2016, Jamiat Kheir akan mengadakan milad untuk mengenang perjalanan lembaga yang sudah berusia 115 tahun ini. Selain mereka yang mendalami Sejarah, mungkin tak banyak yang tahu tentang kiprah lembaga ini di masa lalu. Padahal Jamiat Kheir ikut memainkan peranan yang tidak kecil dalam proses kebangkitan nasional di Indonesia. Jamiat Kheir didirikan… Continue reading 115 Tahun Jamiat Kheir (1901-2016) dan Kebangkitan Nasional di Indonesia

Siti Munjiyah dan Kritik Kesetaraan Gender

Kemadjoean perempoean pada achir2 ini soedah melebihi dari kodratnya, ta’akan tertemoe dengan sifat keperempoeannja, sebagian dari kemadjoeannja itoe maka merika lantas bekerdja ada di fabriek, mendjalankan spoor, motor terbang d.l.l. malah ada jang mendjadi kampioen geloet, gontokan hingga menjeberang laoetan akan mentjari tandingnja. Dengan begitoe maka soedah barang tentoe badannja kentara keras-keras dan ototnja poen… Continue reading Siti Munjiyah dan Kritik Kesetaraan Gender

Manuskrip dan Memaknai Gempa Pidie Jaya

“Bermula jika pada bulan Rabiul Awwal gempa pada waktu Subuh alamatnya rahmat Allah akan datang kepada negeri itu. Jika pada waktu Dhuha alamatnya beroleh anugerah Allah Ta’ala akan dia isi negeri itu. Jika pada waktu Zuhur alamatnya orang jauh akan datang bahagialah kita berbuat ibadah akan Allah Ta’ala.”  (Museum Aceh. Inv. 07.1676) Itulah sepenggal catatan… Continue reading Manuskrip dan Memaknai Gempa Pidie Jaya

Jalan Sunyi A.Kahar Muzakkir: Pendidikan, Diplomasi dan Politik

A. Kahar Muzakkir (duduk, kedua dari kiri). Sumber foto: Diplomasi Revolusi di Luar Negeri.

Jalan perjuangan tak selamanya dikenang dan dirayakan. Hatta hasil perjuangan itu terus tumbuh dan berkembang hingga sekarang. Muhammadiyah, sudah melahirkan berpuluh, mungkin, ratusan ribu tokoh bangsa, yang bergerak memajukan, bukan hanya umat Islam namun bangsa Indonesia. Diantara ratusan ribu itu terselip sebuah nama yang tak banyak dikenal, yaitu adalah Abdul Kahar Muzakkir, seorang tokoh Muhammadiyah… Continue reading Jalan Sunyi A.Kahar Muzakkir: Pendidikan, Diplomasi dan Politik

KH Mas Mansur, Pemuda, dan Tanah Air

KH Mas Mansur adalah sosok Muhammadiyah yang khas. Ia bukanlah tokoh Muhammadiyah yang berasal dari keluarga ‘Bani Hasyim’ seperti Kiyai Syujak, H. Fachrodin atau Ki Bagus Hadikusumo, empat bersaudara yang sempat mewarnai kepemimpinan di Muhammadiyah selama awal-awal masa berdirinya. KH Mas Mansur bahkan bukan dari Yogyakarta, tempat dimana Muhammadiyah berdenyut untuk pertama kalinya. Namun semua… Continue reading KH Mas Mansur, Pemuda, dan Tanah Air