Bayang-Bayang Khalifah di Nusantara (Bagian 1)

Poster Khilafah Utsmaniyyah yang mengajak akan persatuan dan mobilisasi seluruh umat Islam untuk mendukung Khilafah dalam Perang Dunia I, 1914. Perhatikan wilayah Timur Jauh; semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Sulu di Thailand ditandai sebagai bagian dari Khilafah. (Sumber: Laman Facebook Ottoman Imperial Archives, 2 Juni 2017)

“Hamba yang taat ini akan menurut apapun yang Sri Baginda titahkan karena rakyat hamba yang beriman yang sudah 25 tahun ditindas oleh kekerasan Belanda yang lalim…”[1] – Sultan Aceh Alauddin Muhammad Daud Syah kepada Sultan Abdülhamid II, 1898   Pasca-wafatnya, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mewariskan umatnya sebuah sistem kepemimpinan khas yang disebut dengan bahasa… Continue reading Bayang-Bayang Khalifah di Nusantara (Bagian 1)

Bayang-Bayang Khalifah di Nusantara (Bagian 2)

Poster Khilafah Utsmaniyyah yang mengajak akan persatuan dan mobilisasi seluruh umat Islam untuk mendukung Khilafah dalam Perang Dunia I, 1914. Perhatikan wilayah Timur Jauh; semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Sulu di Thailand ditandai sebagai bagian dari Khilafah. (Sumber: Laman Facebook Ottoman Imperial Archives, 2 Juni 2017)

Penguasa Kesultanan Jambi, Sultan Thaha Safiuddin (1816-1909), setidaknya akan sangat bersyukur kepada Allah karena harapannya agar ia ditolong langsung oleh Khalifah dalam melawan Belanda benar-benar terkabul. Pada 1903, Sultan Thaha Jambi yang sudah setengah abad berperang melawan Belanda di negerinya mengirim utusan ke Singapura untuk bertemu dengan konsul Utsmani di sana, Ahmet Attaullah Effendi, agar… Continue reading Bayang-Bayang Khalifah di Nusantara (Bagian 2)

Homoseksualitas dalam Budaya Indonesia

Perilaku penyuka sesama jenis dan tindakan berhubungan badan dengan sesama jenis adalah suatu tindakan yang tidak dipungkiri keberadaannya oleh hampir semua agama dan budaya di dunia, termasuk dalam budaya masyarakat Indonesia. Walaupun tidak ditemukan fakta-fakta sosial yang benar-benar massif terjadi tentang perilaku seks menyimpang ini, namun kebudayaan mayoritas bangsa di Indonesia yang dipengaruhi Islam, pasti… Continue reading Homoseksualitas dalam Budaya Indonesia

Natsir, Mosi Integral dan Soekarno

 “…tidak sekedjap matapun aku mempunjai lubuk pikiran dibelakang kepalaku ini melarang kepada pihak Islam untuk mengandjurkan atau mempropagandakan tjita2 Islam. Sama sekali tidak.” (Soekarno: 1954) Merangkai kembali rajutan sejarah bernama Indonesia merupakan hikmah yang mendalam. Rajutan itu terdiri dari berbagai sisi dan kisah. Indonesia bukanlah sebuah entitas tunggal. Ia terdiri dari berbagai macam latar dan… Continue reading Natsir, Mosi Integral dan Soekarno

Mengenang AM Fatwa: Berani Sejak Lama

Begitu juga waktu Idul Adha tahun 1980. Karena bersikukuh tetap tampil sebagai khatib, beliau mengalami siksaan yang dilakukan oleh Danramil Setiabudi dan oknum-oknum intelijen hingga mengalami geger otak dan dirawat selama tiga minggu di RS Islam Jakarta. Atas kejadian ini beliau menuntut Pangkopkamtib di pengadilan. Akibatnya beliau justru mengalami tekanan dan teror supaya mencabut tuntutan.… Continue reading Mengenang AM Fatwa: Berani Sejak Lama

Para Perempuan Bergerak

Perempuan dan anak-anak di Takengon, Aceh. Sumber foto: KITLV DIgital Image Library koleksi Tichelman, G.L

15 Desember 2017 ketuk palu Mahkamah Konstitusi berbunyi keras, Ketua Hakim MK membacakan putusan jika permohonan pemohon yang mayoritas aktivis Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia ditolak dengan alasan MK tak ingin sampai keluar batas. Jihad konstitusi oleh para Muslimah memang telah berakhir namun cita-cita agar bangsa ini lebih bermoral, lebih bermartabat dan lebih beradab belumlah… Continue reading Para Perempuan Bergerak

Masyarakat dan Da’wah dalam Pandangan Djarnawi Hadikusumo

  “Bagaimanapun keras kewajiban itu namun wajib dilaksanakan. Memang inti daripada Risalah Islamiyah ialah da’wah amarma’ruf nahimunkar itu. Masyarakat yang tidak ada kegiatan da’wah amarma’ruf nahimunkar niscaya akan rusak binasa menjadi korban hawanafsu manusia yang tidak terkendalikan.” Muhammadiyah sebagai gerakan Islam sudah lama berakar, bahkan Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia. Sebagai… Continue reading Masyarakat dan Da’wah dalam Pandangan Djarnawi Hadikusumo

Gelar “Haji” Bukan Warisan Belanda

Jamaah Haji dari Maluku. Sumber foto: Laffan, Michael Francis. 2003. Islamic Nationhood and Colonial Indonesia, The Umma Below The Winds. RoudledgeCurzon: New York

Beberapa waktu ke belakang ini tersebar beberapa tulisan entah darimana sumbernya yang mengatakan bahwa gelar “haji” pada masa Indonesia masih dijajah oleh Belanda merupakan pemberian dari pemerintah Kolonial Belanda sendiri. Hal demikian sengaja diberikan untuk mengawasi siapa-siapa saja yang yang telah menunaikan haji ke Mekah. Mereka penting untuk dikenali dan diawasi mengingat pemberontakan-pemberontakan terhadap pemerintah… Continue reading Gelar “Haji” Bukan Warisan Belanda

Keturunan Tionghoa di Mata Bung Hatta

Pemerintah Jogja diprotes. Karena melarang Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan Tionghoa punya tanah di sana. “Kami mempertanyakan kenapa kebijakan diskriminatif itu masih dipertahankan sampai sekarang,” demo Willie, seorang pria keturunan Tionghoa di depan gedung DPRD Jogja dua tahun lalu (Kompas, 29/9/2015). Tahun 2016, keturunan Tionghoa lainnya, Siput, juga tidak terima. Ia melayangkan somasi kepada Gubernur… Continue reading Keturunan Tionghoa di Mata Bung Hatta

Muhammadiyah dan Pemberantasan Korupsi

Korupsi menjadi salah satu momok bangsa Indonesia. Skandal korupsi membelit para aparatur negara yang seringkali bersekongkol dengan pengusaha. Nyatanya korupsi bukan saja dilakukan oleh pegawai kecil tetapi pejabat tinggi dan elit poltik tak lepas dari racun bernama korupsi. Bahkan semakin tinggi jabatan semakin besar pula nilai korupsinya. Tragisnya, upaya penegakan hukum kasus-kasus korupsi seringkali membentur… Continue reading Muhammadiyah dan Pemberantasan Korupsi

Berpuasa Sekaligus Berperang: 
Kisah Ulama Indonesia Mengusir Penjajah Belanda di Bulan Suci

Pejuang Aceh

Haus, lapar, dan dahaga adalah kondisi yang harus dihadapi seorang muslim ketika menjalani puasa di bulan suci Ramadhan. Ibadah lainnya yang berat untuk dilaksanakan adalah pergi berjihad ke medang perang untuk membela agama Islam. Namun itulah yang harus dilakukan umat Islam Indonesia saat berperang melawan penjajah Belanda mempertahankan kedaulatan Indonesia. Kisah heroik itu tertuang dalam… Continue reading Berpuasa Sekaligus Berperang: 
Kisah Ulama Indonesia Mengusir Penjajah Belanda di Bulan Suci

Bencana PPP

Baru-baru ini, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Romahurmuziy memutuskan mendukung Pasangan Calon Gubernur DKI Ahok-Djarot. Alasannya karena ingin partai-partai koalisi penguasa (termasuk PPP ada di dalamnya) tidak pecah. Alasan yang konyol. Jika demikian, mengapa tidak dari awal saja mereka mendukung Ahok-Djarot? Lebih masuk akal jika alasannya hendak mendapat pengesahan dari penguasa. Sebab kita tahu, PPP… Continue reading Bencana PPP