Author Archive
Masyarakat dan Da’wah dalam Pandangan Djarnawi Hadikusumo

Masyarakat dan Da’wah dalam Pandangan Djarnawi Hadikusumo

  “Bagaimanapun keras kewajiban itu namun wajib dilaksanakan. Memang inti daripada Risalah Islamiyah ialah da’wah amarma’ruf nahimunkar itu. Masyarakat yang tidak ada kegiatan da’wah amarma’ruf nahimunkar niscaya akan rusak binasa menjadi korban hawanafsu manusia yang tidak terkendalikan.” Muhammadiyah sebagai gerakan Islam sudah lama berakar, bahkan Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia. Sebagai...
Gelar "Haji" Bukan Warisan Belanda

Gelar “Haji” Bukan Warisan Belanda

Beberapa waktu ke belakang ini tersebar beberapa tulisan entah darimana sumbernya yang mengatakan bahwa gelar “haji” pada masa Indonesia masih dijajah oleh Belanda merupakan pemberian dari pemerintah Kolonial Belanda sendiri. Hal demikian sengaja diberikan untuk mengawasi siapa-siapa saja yang yang telah menunaikan haji ke Mekah. Mereka penting untuk dikenali dan diawasi mengingat pemberontakan-pemberontakan terhadap pemerintah...
Keturunan Tionghoa di Mata Bung Hatta

Keturunan Tionghoa di Mata Bung Hatta

Pemerintah Jogja diprotes. Karena melarang Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan Tionghoa punya tanah di sana. “Kami mempertanyakan kenapa kebijakan diskriminatif itu masih dipertahankan sampai sekarang,” demo Willie, seorang pria keturunan Tionghoa di depan gedung DPRD Jogja dua tahun lalu (Kompas, 29/9/2015). Tahun 2016, keturunan Tionghoa lainnya, Siput, juga tidak terima. Ia melayangkan somasi kepada Gubernur...
Surat Kabar Kaoem Moeda tahun 1914

Surat Kabar Kaoem Moeda tahun 1914

Kaoem Moeda adalah salah satu Surat Kabar yang menandakan semangat zaman pergerakan. Terbit setiap hari, kecuali hari libur dan hari besar di Bandung, Kaoem Moeda dipimpin oleh tokoh pergerakan A.H. Wignjadisastra. Wignjadisastra adalah salah seorang tokoh Comite Boemipoetra bersama Dr. Tjipto Mangonekoesoemo dan Suwardi Surjaningrat (Ki Hajar Dewantara) Kelak Kaoem Moeda tidak ayal menjadi salah...
Muhammadiyah dan Pemberantasan Korupsi

Muhammadiyah dan Pemberantasan Korupsi

Korupsi menjadi salah satu momok bangsa Indonesia. Skandal korupsi membelit para aparatur negara yang seringkali bersekongkol dengan pengusaha. Nyatanya korupsi bukan saja dilakukan oleh pegawai kecil tetapi pejabat tinggi dan elit poltik tak lepas dari racun bernama korupsi. Bahkan semakin tinggi jabatan semakin besar pula nilai korupsinya. Tragisnya, upaya penegakan hukum kasus-kasus korupsi seringkali membentur...
STEI HAMFARA “NGOBRAS” Bersama Komunitas JIB

STEI HAMFARA “NGOBRAS” Bersama Komunitas JIB

YOGYAKARTA- “NGOBRAS” JIB di bulan Ramadhan Mubarak 1438 H kali ini istimewa. Bersama STEI HAMFARA dalam serangkaian acara “Ramadhan di Hamfara” mengangkat sebuah tema penting sejarah  Kristenisasi Tanah Jawa. Mendatangkan Ustadz Arif Wibowo dari Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI) sebagai pembicara kajian sejarah di Masjid Kampus STEI HAMFARA, (09/06/17) “Mengapa Jawa ini kita ambil sebagai...
Menepuk Memori, Mengembalikan Makna Pancasila

Menepuk Memori, Mengembalikan Makna Pancasila

“Pokoknya saya Pancasila!” katanya ngotot, sambil ngedumel dalam hati,”lawan radikalisme,” sambil menunjuk kaum radikal yang katanya anti Pancasila di seberang sana. Profil Picture-nya berubah, menggunakan warna merah, katanya biar nasionalisme dan Pancasilais sejati. Maklum, jarang-jarang lagi bisa teriak-teriak Pancasila. Intinya kita merayakan saja, merayakan hari kelahirannya! Walau katanya, kelahirannya masih diperdebatkan karena beberapa pakar tak...
Berpuasa Sekaligus Berperang: 
Kisah Ulama Indonesia Mengusir Penjajah Belanda di Bulan Suci

Berpuasa Sekaligus Berperang: 
Kisah Ulama Indonesia Mengusir Penjajah Belanda di Bulan Suci

Haus, lapar, dan dahaga adalah kondisi yang harus dihadapi seorang muslim ketika menjalani puasa di bulan suci Ramadhan. Ibadah lainnya yang berat untuk dilaksanakan adalah pergi berjihad ke medang perang untuk membela agama Islam. Namun itulah yang harus dilakukan umat Islam Indonesia saat berperang melawan penjajah Belanda mempertahankan kedaulatan Indonesia. Kisah heroik itu tertuang dalam...
Muhammadiyah Multimedia Kine Klub Rilis Film Ki Bagus Hadikusumo

Muhammadiyah Multimedia Kine Klub Rilis Film Ki Bagus Hadikusumo

  Rabu (17/5/2017) malam di Auditorium IFI-LIP, Jalan Sagan, Yogyakarta, Muhammadiyah Multimedia Kine Klub (MMKK) mengadakan peluncuran film doku-drama mengenai Ki Bagus Hadikusumo yang berjudul “Toedjoeh Kata”. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan peluncuran film MM Kine Klub UMY di Kineidoscope 2017. Film ini diluncurkan bersamaan dengan karya sineas MMKK yang lain, diantaranya Aanisah Pangrutiningtias yang...
Komunitas JIB Mengajak Merawat Ingatan Kedatangan Islam di Indonesia dengan Kajian Rutin Sejarah Islam di Teras Dakwah

Komunitas JIB Mengajak Merawat Ingatan Kedatangan Islam di Indonesia dengan Kajian Rutin Sejarah Islam di Teras Dakwah

Yogyakarta – Puluhan peserta memadati “Teras Dakwah” pada hari Sabtu (9/4/17). Kajian Sejarah Islam dengan tema “ Sejarah Kedatangan Islam di Indonesia” merupakan kegiatan rutin bulanan atas kerjasama Komunitas Jejak Islam untuk Bangsa [JIB] dengan Teras Dakwah. Kajian Sejarah Islam kali ini menghadirkan Ustadz M. Isa Anshori dari Pusat Studi Peradaban Islam, Surakarta. Ustadz Isa...
Bencana PPP

Bencana PPP

Baru-baru ini, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Romahurmuziy memutuskan mendukung Pasangan Calon Gubernur DKI Ahok-Djarot. Alasannya karena ingin partai-partai koalisi penguasa (termasuk PPP ada di dalamnya) tidak pecah. Alasan yang konyol. Jika demikian, mengapa tidak dari awal saja mereka mendukung Ahok-Djarot? Lebih masuk akal jika alasannya hendak mendapat pengesahan dari penguasa. Sebab kita tahu, PPP...
Mengingat Mosi Integral Moh. Natsir

Mengingat Mosi Integral Moh. Natsir

Indonesia sebenarnya memiliki ‘dua proklamasi’. Pertama,Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 sebagai pernyataan bahwa penjajahan terhadap bangsa Indonesia telah berakhir dan bangsa ini menyatakan kemerdekaannya. Kedua, Proklamasi Berdirinya NKRI pada 17 Agustus 1950 sebagai pernyataan bubarnya 16 negara bagian, termasuk RI, dan melebur ke dalam negara baru bernama NKRI. Kemerdekaan telah diproklamasikan pada...