Ikthilaf (perbedaan pendapat) sebenarnya merupakan akibat logis dari terbukanya pintu ijtihad. Jadi bukan sebagai sumber tafarruq (perpecahan). Sumber tafarruq dan permusuhan adalah ananiyah (egois) dan nafsu syaithaniyah. Berikut ini pokok-pokok kajian Dr. Mohammad Natsir tentang hal itu, yang diangkat dan disarikan dari bukunya, Fiqhud-Da’wah. Timbulnya ikhtilaf di kalangan kaum muslimin dalam berbagai masalah furu’iyah, adalah… Continue reading M. Natsir : Ikhtilaf Bukan Sumber Perpecahan
Dari Indonesia untuk Mujahidin
Duka menyelimuti Suriah belakangan ini. Setelah ratusan ribu orang dibunuh secara kejam dan angkuh oleh rezim Bashar Al Assad, kini, suasana di sana semakin mencekam lantaran intervensi militer Rusia. Intervensi yang berdalih memerangi ISIS dan oleh Kepala Gereja Ortodoks Rusia, Patriarch Kirill, disebut pertempuran suci[1] itu, nyatanya telah menewaskan 370 orang di berbagai wilayah Suriah,… Continue reading Dari Indonesia untuk Mujahidin
Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai
Kumandang adzan syahdu menggantung di langit senja Cibarusah, penghujung Bekasi dan Cikarang kini. Merahnya semakin pekat, sirna, sunyi. Area seluas 20 hektar itu kian lengang dengan karung-karung bertumpuk bekas latihan perang, di kelilingi hutan yang masih lebat dengan pepohonan yang kian melegam. Kini, para santri itu memasuki Masjid Mujahidin untuk melaksanakan shalat maghrib. Entah mengapa… Continue reading Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai
Memaknai Hari Santri
Pemerintah telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan Hari Santri berdasarkan peran santri dalam penegakan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya setelah munculnya Fatwa (Resolusi) Jihad dari KH Hasyim Asy’ari. Namun penetapan Hari Santri mendapatkan keberatan dari sebagian kalangan terutama ormas Islam Muhammadiyah. Kontroversi ini dapat kita lihat dari pendapat ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.… Continue reading Memaknai Hari Santri
Elegi 10 November dan Resolusi Jihad yang Ter(di)lupakan
Panas terik menggantung, diselingi desing pesawat yang terus berputar-putar di langit Surabaya. Lepas kumandang adzan bersahutan, ketika bulatnya mentari tepat di atas kepala, pesawat yang berbunyi bagai kepakan sayap jangkrik super cepat, berbising, memuntahkan puluhan ribu selebaran, puluhan ribu kertas bergoyang-goyang, terhempas angin, memenuhi atap, mobil, sepeda, jalan, hingga lorong-lorong Kota tua ini. Di tepi… Continue reading Elegi 10 November dan Resolusi Jihad yang Ter(di)lupakan
M. Natsir tentang Pembakaran Gereja
“Islam punya kode yang positif tentang toleransi sesama umat beragama yang tidak perlu dikuatirkan oleh orang-orang beragama lain. Tetapi kalau umat Kristen yang unggul dalam arti materiil dan intelektuil mengkristenkan orang-orang Islam, ini melahirkan ekses yang serius.” Allahyarham Mohammad Natsir baru sehari tiba di Tanah Air dalam lawatannya ke Timur Tengah selama dua bulan. Setiba… Continue reading M. Natsir tentang Pembakaran Gereja
Membela Negeri, Menjaga Kehormatan: Perempuan dan Jilbab dalam sejarah TNI
Bak mendapat angin segar, Wanita TNI (Wan-TNI) diperbolehkan mengenakan jilbab pada saat bertugas oleh mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Hal ini ia sampaikan langsung saat memberikan pengarahan untuk seluruh prajurit TNI bersama istri se-Sumatera Utara di hangar Lapangan Udara Soewondo, Medan, setelah menjawab pertanyaan seorang Wan TNI berpangkat Kapten, Kes Dastria soal penggunaan jilbab, pada… Continue reading Membela Negeri, Menjaga Kehormatan: Perempuan dan Jilbab dalam sejarah TNI
Belajar dari Sikap Perwira Soekiman Wirjosandjojo
Di masa penjajahan, kata “Indonesia” belum dikenal. Wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke ini dikenal dengan nama Hindia-Belanda. Hampir-hampir dilupakan, yang pertama kali menggunakan “Indonesia” sebagai nama organisasi ialah organisasi para mahasiswa Hindia-Belanda yang sedang menuntut ilmu di Negeri Belanda. Pada 1920-an terjadi peristiwa revolusioner, yaitu perubahan nama organisasi mahasiswa pribumi itu dari Indische… Continue reading Belajar dari Sikap Perwira Soekiman Wirjosandjojo
Tinta Merah di Lembar Sejarah
Bulan September menjadi bulan yang panas.Bulan ketika wacana-dan mungkin propaganda saling melintas di masyarakat, melalui media.Di bulan September-lah saat Republik Indonesia diguncang dua peristiwa, yang meski dipisahkan oleh rentang tahun yang berjauhan, namun dieratkan oleh pihak yang sama disekelilingnya. Inilah bulan ketika tragedi pemberontakan Madiun di bulan September 1948 bercampur dan berkait kembali dengan Peristiwa… Continue reading Tinta Merah di Lembar Sejarah
Menista Islam dari Masa ke Masa
Sedari dulu, ulu hati kehormatan umat Islam telah diinjak-injak oleh musuh-musuhnya lewat penistaan agama.Aksi nista mereka telah ciptakan keresahan dan benturan di tengah masyarakat. Di abad ke-18, hidup seorang haji yang pernah menggemparkan daerah Tuban, pesisir Jawa Timur. Namanya Ahmad Mutamakin. Ia telah mengabaikan syariat dan mengajarkan ilmu hakikat kepada orang-orang. Diceritakan oleh seorang pujangga Keraton Surakarta,… Continue reading Menista Islam dari Masa ke Masa
NGOBRAS #1 : Gerakan Pembaruan Islam Awal Abad 20
Alhamdulillah, diskusi bulanan Jejak Islam untuk Bangsa (JIB), NGOBRAS (Ngobrol Bareng Sejarah Indonesia) edisi perdana telah dilaksanakan Sabtu kemarin (19 September 2015) di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan. Ngobras dengan tema “Gerakan Pembaruan Islam di awal abad 20” ini dimulai pukul 10.00 dan berakhir pada adzan zuhur. Di hadiri oleh puluhan peserta diskusi dengan narasumber… Continue reading NGOBRAS #1 : Gerakan Pembaruan Islam Awal Abad 20
Debat Nadhlatoel Oelama (NO) dan Persatoean Islam (Persis) : Pendapat yang Bersilang, Hati yang Bertaut
Ada kisah menarik yang terjadi pada tahun 1935 di Bandung, Jawa Barat. Waktu itu sedang ramai dibincangkan masalah tentang hukum taqlid dalam Islam. Nahdlatoel Oelama (NO) pada masa itu “mewajibkan taklid”, sedangkan Persatoean Islam (Persis) “mengharamkan taqlid”. Dua pendapat ini saling bertentangan. Pada 15 November 1935, tersiar kabar bahwa NO cabang Bandung pada 17-18 November… Continue reading Debat Nadhlatoel Oelama (NO) dan Persatoean Islam (Persis) : Pendapat yang Bersilang, Hati yang Bertaut