Berpuasa Sekaligus Berperang: 
Kisah Ulama Indonesia Mengusir Penjajah Belanda di Bulan Suci

Pejuang Aceh

Haus, lapar, dan dahaga adalah kondisi yang harus dihadapi seorang muslim ketika menjalani puasa di bulan suci Ramadhan. Ibadah lainnya yang berat untuk dilaksanakan adalah pergi berjihad ke medang perang untuk membela agama Islam. Namun itulah yang harus dilakukan umat Islam Indonesia saat berperang melawan penjajah Belanda mempertahankan kedaulatan Indonesia. Kisah heroik itu tertuang dalam… Continue reading Berpuasa Sekaligus Berperang: 
Kisah Ulama Indonesia Mengusir Penjajah Belanda di Bulan Suci

Muhammadiyah Multimedia Kine Klub Rilis Film Ki Bagus Hadikusumo

Salah satu adegan dalam film. Sumber foto: DImas Widiarto

  Rabu (17/5/2017) malam di Auditorium IFI-LIP, Jalan Sagan, Yogyakarta, Muhammadiyah Multimedia Kine Klub (MMKK) mengadakan peluncuran film doku-drama mengenai Ki Bagus Hadikusumo yang berjudul “Toedjoeh Kata”. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan peluncuran film MM Kine Klub UMY di Kineidoscope 2017. Film ini diluncurkan bersamaan dengan karya sineas MMKK yang lain, diantaranya Aanisah Pangrutiningtias yang… Continue reading Muhammadiyah Multimedia Kine Klub Rilis Film Ki Bagus Hadikusumo

Komunitas JIB Mengajak Merawat Ingatan Kedatangan Islam di Indonesia dengan Kajian Rutin Sejarah Islam di Teras Dakwah

Peserta antusias memenuhi kajian di Teras Dakwah

Yogyakarta – Puluhan peserta memadati “Teras Dakwah” pada hari Sabtu (9/4/17). Kajian Sejarah Islam dengan tema “ Sejarah Kedatangan Islam di Indonesia” merupakan kegiatan rutin bulanan atas kerjasama Komunitas Jejak Islam untuk Bangsa [JIB] dengan Teras Dakwah. Kajian Sejarah Islam kali ini menghadirkan Ustadz M. Isa Anshori dari Pusat Studi Peradaban Islam, Surakarta. Ustadz Isa… Continue reading Komunitas JIB Mengajak Merawat Ingatan Kedatangan Islam di Indonesia dengan Kajian Rutin Sejarah Islam di Teras Dakwah

Published
Categorized as Kajian

Bencana PPP

Baru-baru ini, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Romahurmuziy memutuskan mendukung Pasangan Calon Gubernur DKI Ahok-Djarot. Alasannya karena ingin partai-partai koalisi penguasa (termasuk PPP ada di dalamnya) tidak pecah. Alasan yang konyol. Jika demikian, mengapa tidak dari awal saja mereka mendukung Ahok-Djarot? Lebih masuk akal jika alasannya hendak mendapat pengesahan dari penguasa. Sebab kita tahu, PPP… Continue reading Bencana PPP

Mengingat Mosi Integral Moh. Natsir

Indonesia sebenarnya memiliki ‘dua proklamasi’. Pertama,Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 sebagai pernyataan bahwa penjajahan terhadap bangsa Indonesia telah berakhir dan bangsa ini menyatakan kemerdekaannya. Kedua, Proklamasi Berdirinya NKRI pada 17 Agustus 1950 sebagai pernyataan bubarnya 16 negara bagian, termasuk RI, dan melebur ke dalam negara baru bernama NKRI. Kemerdekaan telah diproklamasikan pada… Continue reading Mengingat Mosi Integral Moh. Natsir

Menelusuri Peta Pemikiran Islam di Indonesia 1900-2000

Jamaah menghadiri acara diskusi (29/3/2017). Foto: Fahri

29 Maret 2017 kemarin, selepas pelaksanaan sholat Ashar berjamaah, Masjid Ulul Abshor FISIP Universitas Pasundan dihadiri jamaah. Meskipun cuaca masih mendung karena baru meredanya hujan deras, NGOBRAS (Ngobrol Bareng Sejarah Islam) yang diselenggarakan hasil kerjasama Komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) dengan DKM Ulul Albab ini berjalan lancar. NGOBRAS kali ini diisi langsung oleh pembina… Continue reading Menelusuri Peta Pemikiran Islam di Indonesia 1900-2000

Abadinya Persahabatan: Hamka dan Hasmi

Buya Hasmi (Kedua dari kiri). Dokumentasi Abdul Salam

Gagasan besar maupun misi strategis yang dimiliki seseorang tidak akan dapat diwujudkan jikalau tidak ada sahabat yang senafas sepikiran, seide sehati, tak goyah dikala susah, tak jumawa tatkala jaya. Persahabatan seperti itu tidak akan dapat muncul di atas basis kesementaraan, sasaran jangka pendek, berorientasi pada capaian-capaian materi, pada kontestasi raihan kuasa dan wibawa. Ketika Nabi… Continue reading Abadinya Persahabatan: Hamka dan Hasmi

K.H. Faqih Usman dan Kemunduran Umat Islam

KH Faqih Usman. Sumber foto: Wikipedia

Beberapa kejadian disekeliling umat Islam saat ini bukan dalam situasi yang membahagiakan. Termasuk di tanah air. Tekanan demi tekanan dirasakan umat Islam di Indonesia. Stigma dan isu-isu yang menyudutkan umat Islam menghiasi media massa. Menuntut aspirasi disamakan dengan intoleransi. Membela akidah dituduh memecah belah. Tak dapat dilupakan pula pembungkaman terhadap jurnalis dan media Islam yang… Continue reading K.H. Faqih Usman dan Kemunduran Umat Islam

Wibawa Dakwah Buya Hamka

Di saat hubungan penguasa dan ulama memanas, di saat fatwa ulama diragukan dan dianggap fitnah, di saat ulama dicurigai, digertak, diancam, dan dikriminalisasi, di saat kesaksian ulama di pengadilan dianggap dusta, di saat ulama didata layaknya buronan, di saat rumah ulama digeledah bak pengedar narkoba, di saat gerak khatib mau dipersempit dengan standardisasi, dan di… Continue reading Wibawa Dakwah Buya Hamka

Jihad di Mata AR Sutan Mansur

JIHAD. Kata tersebut saat ini tampaknya lebih terasa sebagai momok yang menakutkan ketimbang kemuliaan ajaran Islam. Berbagai kejadian yang mendistorsi makna jihad dan gelombang pemikiran dari luar yang mengibliskan kata jihad membuat kita enggan untuk membahasnya. Padahal kata Jihad begitu mulia. Kata Jihad bahkan begitu erat perannya dalam proses tegaknya Republik Indonesia. Tanpa jihad, tak… Continue reading Jihad di Mata AR Sutan Mansur

Sepucuk Surat Tgk Chik di Tiro

Sepucuk surat masih tersimpan rapi di laci meja kerja Belanda di Kutaradja (Banda Aceh). Surat tersebut dari Faqir Haji Syekh Saman di Tiro, begitulah nama di dalam Surat itu ditujukan kepada Residen Belanda van Langen, 1885. Surat-surat ini bukan kali pertama dikirim ke Belanda. Sebagai seorang terpelajar dan alim yang belajar di Haramain (terutama di… Continue reading Sepucuk Surat Tgk Chik di Tiro

Antara 1959 – 65: Di Bawah Naungan Rezim Nasakom

Sukarno dan Aidit. Sumber foto: perpusnas.go.id

Yogyakarta lumpuh! Pangkalan udara maguwo sudah dipenuhi tentara Belanda yang baru saja melepaskan parasutnya. Pagi-pagi sekali, 18 Desember 1948, Belanda menyerbu Ibu Kota. Pesan kilat dikirimkan kepada Syafrudin Prawiranegara yang sedang berada di Bukit Tinggi agar sedia menggantikan Soekarno bila ia ditawan. Para pemimpin negara seperti Soekarno, Hatta, Agus Salim, Sjahrir ditawan Belanda. Syafruddin Prawiranegara… Continue reading Antara 1959 – 65: Di Bawah Naungan Rezim Nasakom