“Kalau Muhammadiyah Minangkabau tidak sanggup mengadakan kongres ke-19, pengurus besar akan mengadakan juga kongres di Minangkabau, dan minta bantu kepada saudara-saudara di Minangkabau untuk jadi panitia.” Memasuki abad ke 20, umat Islam menggeliat di Hindia Belanda. Sarekat Dagang Islam (SDI) menjadi organisasi pertama yang menggerakkan umat Islam melalui ikhtiar ekonominya. Kemudian menjelma menjadi salah satu… Continue reading Dari Kairo Ke Minangkabau: Dakwah Muhammadiyah di Minangkabau
Natsir, Mosi Integral dan Soekarno
“…tidak sekedjap matapun aku mempunjai lubuk pikiran dibelakang kepalaku ini melarang kepada pihak Islam untuk mengandjurkan atau mempropagandakan tjita2 Islam. Sama sekali tidak.” (Soekarno: 1954) Merangkai kembali rajutan sejarah bernama Indonesia merupakan hikmah yang mendalam. Rajutan itu terdiri dari berbagai sisi dan kisah. Indonesia bukanlah sebuah entitas tunggal. Ia terdiri dari berbagai macam latar dan… Continue reading Natsir, Mosi Integral dan Soekarno
Menggali Studi Hadhrami
Pada 22-23 November 2017 diadakan Konferensi Internasional Dinamika Hadhramaut di Indonesia bertempat di Hotel Royal Kuningan Jakarta. Konferensi yang terselenggara berkat kerjasama LIPI, Menara Center for Indonesian Arab Studies, Puslitbang Kementrian Agama Republik Indonesia, dan Hadhramaut Center for History and Culture Documentation ini membahas mengenai,dinamika serta eksistensi orang-orang Hadramaut di Indonesia. Acara dimulai pada hari… Continue reading Menggali Studi Hadhrami
Mengenang AM Fatwa: Berani Sejak Lama
Begitu juga waktu Idul Adha tahun 1980. Karena bersikukuh tetap tampil sebagai khatib, beliau mengalami siksaan yang dilakukan oleh Danramil Setiabudi dan oknum-oknum intelijen hingga mengalami geger otak dan dirawat selama tiga minggu di RS Islam Jakarta. Atas kejadian ini beliau menuntut Pangkopkamtib di pengadilan. Akibatnya beliau justru mengalami tekanan dan teror supaya mencabut tuntutan.… Continue reading Mengenang AM Fatwa: Berani Sejak Lama
Para Perempuan Bergerak
15 Desember 2017 ketuk palu Mahkamah Konstitusi berbunyi keras, Ketua Hakim MK membacakan putusan jika permohonan pemohon yang mayoritas aktivis Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia ditolak dengan alasan MK tak ingin sampai keluar batas. Jihad konstitusi oleh para Muslimah memang telah berakhir namun cita-cita agar bangsa ini lebih bermoral, lebih bermartabat dan lebih beradab belumlah… Continue reading Para Perempuan Bergerak
Masyarakat dan Da’wah dalam Pandangan Djarnawi Hadikusumo
“Bagaimanapun keras kewajiban itu namun wajib dilaksanakan. Memang inti daripada Risalah Islamiyah ialah da’wah amarma’ruf nahimunkar itu. Masyarakat yang tidak ada kegiatan da’wah amarma’ruf nahimunkar niscaya akan rusak binasa menjadi korban hawanafsu manusia yang tidak terkendalikan.” Muhammadiyah sebagai gerakan Islam sudah lama berakar, bahkan Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia. Sebagai… Continue reading Masyarakat dan Da’wah dalam Pandangan Djarnawi Hadikusumo
Gelar “Haji” Bukan Warisan Belanda
Beberapa waktu ke belakang ini tersebar beberapa tulisan entah darimana sumbernya yang mengatakan bahwa gelar “haji” pada masa Indonesia masih dijajah oleh Belanda merupakan pemberian dari pemerintah Kolonial Belanda sendiri. Hal demikian sengaja diberikan untuk mengawasi siapa-siapa saja yang yang telah menunaikan haji ke Mekah. Mereka penting untuk dikenali dan diawasi mengingat pemberontakan-pemberontakan terhadap pemerintah… Continue reading Gelar “Haji” Bukan Warisan Belanda
Keturunan Tionghoa di Mata Bung Hatta
Pemerintah Jogja diprotes. Karena melarang Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan Tionghoa punya tanah di sana. “Kami mempertanyakan kenapa kebijakan diskriminatif itu masih dipertahankan sampai sekarang,” demo Willie, seorang pria keturunan Tionghoa di depan gedung DPRD Jogja dua tahun lalu (Kompas, 29/9/2015). Tahun 2016, keturunan Tionghoa lainnya, Siput, juga tidak terima. Ia melayangkan somasi kepada Gubernur… Continue reading Keturunan Tionghoa di Mata Bung Hatta
Surat Kabar Kaoem Moeda tahun 1914
Kaoem Moeda adalah salah satu Surat Kabar yang menandakan semangat zaman pergerakan. Terbit setiap hari, kecuali hari libur dan hari besar di Bandung, Kaoem Moeda dipimpin oleh tokoh pergerakan A.H. Wignjadisastra. Wignjadisastra adalah salah seorang tokoh Comite Boemipoetra bersama Dr. Tjipto Mangonekoesoemo dan Suwardi Surjaningrat (Ki Hajar Dewantara) Kelak Kaoem Moeda tidak ayal menjadi salah… Continue reading Surat Kabar Kaoem Moeda tahun 1914
Muhammadiyah dan Pemberantasan Korupsi
Korupsi menjadi salah satu momok bangsa Indonesia. Skandal korupsi membelit para aparatur negara yang seringkali bersekongkol dengan pengusaha. Nyatanya korupsi bukan saja dilakukan oleh pegawai kecil tetapi pejabat tinggi dan elit poltik tak lepas dari racun bernama korupsi. Bahkan semakin tinggi jabatan semakin besar pula nilai korupsinya. Tragisnya, upaya penegakan hukum kasus-kasus korupsi seringkali membentur… Continue reading Muhammadiyah dan Pemberantasan Korupsi
STEI HAMFARA “NGOBRAS” Bersama Komunitas JIB
YOGYAKARTA- “NGOBRAS” JIB di bulan Ramadhan Mubarak 1438 H kali ini istimewa. Bersama STEI HAMFARA dalam serangkaian acara “Ramadhan di Hamfara” mengangkat sebuah tema penting sejarah Kristenisasi Tanah Jawa. Mendatangkan Ustadz Arif Wibowo dari Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI) sebagai pembicara kajian sejarah di Masjid Kampus STEI HAMFARA, (09/06/17) “Mengapa Jawa ini kita ambil sebagai… Continue reading STEI HAMFARA “NGOBRAS” Bersama Komunitas JIB
Menepuk Memori, Mengembalikan Makna Pancasila
“Pokoknya saya Pancasila!” katanya ngotot, sambil ngedumel dalam hati,”lawan radikalisme,” sambil menunjuk kaum radikal yang katanya anti Pancasila di seberang sana. Profil Picture-nya berubah, menggunakan warna merah, katanya biar nasionalisme dan Pancasilais sejati. Maklum, jarang-jarang lagi bisa teriak-teriak Pancasila. Intinya kita merayakan saja, merayakan hari kelahirannya! Walau katanya, kelahirannya masih diperdebatkan karena beberapa pakar tak… Continue reading Menepuk Memori, Mengembalikan Makna Pancasila