Ada sisi lain dari tragedi 1965 yang bisa kita lihat. Islam menjadi dominan tampil dalam satu wajah, yaitu wajah politik. Alih-alih pendekatan politik konservatif, beberapa orang mencoba melihat dari sisi lain. Merangkul para komunis dan keluarganya. Kerugian Umat Islam Pasca 1965 Peneliti Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI) Solo, Arif Wibowo menyoroti tindakan pembunuhan terhadap… Continue reading Rekonsiliasi dan Renungan (2): Rekonsiliasi Hakiki
Tag: Komunisme
Rekonsiliasi dan Renungan (1): Luka Sebelum ’65
Rekonsiliasi belakangan menjadi salah satu kata yang sering dibincangkan.Terlebih jika membahas sejarah bangsa ini, khususnya dalam soal sejarah pergulatan bangsa Indonesia dengan komunisme.Sebagian pihak meminta agar dilakukan rekonsiliasi antar anak bangsa, antara korban dengan pelaku.Bagi yang meminta rekonsiliasi, korban berarti orang-orang yang dirugikan (baik materil maupun non materi) pasca peristiwa 65.Pelaku, tentu saja sebaliknya.Tentu saja… Continue reading Rekonsiliasi dan Renungan (1): Luka Sebelum ’65
Pemberontakan PKI Madiun 1948: (6) Pembantaian Ulama dan Santri
Selain aparat pemerintah, warga sipil khususnya para kiyai dan para santrinya yang tak bersalah, nyatanya adalah sasaran serangan-serangan sistematis dan keji oleh PKI. Koran seperti Sin Po hingga saksi yang masih hidup menceritakan peristiwa biadab tersebut. Sebuah bukti bahwa pemberontakan Madiun bukanlah pembelaan diri. Seorang antropolog Amerika, Robert Jay, yang mulai tahun 1953, turun ke… Continue reading Pemberontakan PKI Madiun 1948: (6) Pembantaian Ulama dan Santri
Pemberontakan PKI Madiun 1948: (5) PKI Membela Diri?
PKI pasca pemberontakan 1948 berusaha membela diri mereka mengenai pemberontakan Madiun. Menurut Aidit ‘peristiwa Madiun’ adalah provokasi Hatta-Sukiman-Natsir. Saat kebangkitan PKI di Tahun 1950-an beredar narasi tandingan atas peristiwa Madiun 1948. Dalam narasi itu, PKI menyebut bahwa mereka tidak memberontak, tapi membela diri atas provokasi atau penyerangan pemerintah. Salah satunya adalah argumen Aidit yang kemudian… Continue reading Pemberontakan PKI Madiun 1948: (5) PKI Membela Diri?
Pemberontakan PKI Madiun 1948: (4) Akhir dari Pemberontakan
Kelompok pemberontak mulai terdesak. Meski Amir mulai menyebut gerakan mereka bukan pemberontakan, tetapi keadaan sudah berbalik. Para pemimpin seperti Amir dan Moesso menemui ajalnya. Sementara itu pasukan-pasukan pemerintah mulai bergerak dari pangkal awal penyerangannya. Dari arah barat, Brigade Sadikin dari Solo menuju Tawangmangu, di lereng Gunung Lawu, sedangkan dari timur, Brigade S mulai bergerak… Continue reading Pemberontakan PKI Madiun 1948: (4) Akhir dari Pemberontakan
Pemberontakan PKI Madiun 1948: (3) Meletusnya Pemberontakan di Madiun
Pemberontakan Madiun dimulai. Para penyerang membawa emblem dengan palu arit serta huruf-huruf WFYD-IUS. Serangan mereka berhasil, kemudian disusul dengan penjarahan, kepanikan di kalangan penduduk, penangkapan sewenang-wenang, tembak-menembak, dan ‘penyerbuan secara fasis’. Bendera merah putih disobek dan diganti dengan bendera palu arit, dan potret Sukarno diganti potret Musso. Pukul 2.30 dini hari, sementara para petani… Continue reading Pemberontakan PKI Madiun 1948: (3) Meletusnya Pemberontakan di Madiun
Pemberontakan PKI Madiun 1948: (2) Kembalinya Moesso
Kembalinya Musso ke tanah air membawa perubahan. Sayap kiri dipersatukan di bawah PKI/FDR dan menjadi oposisi terhadap pemerintahan Hatta. Di Solo suasana mulai memanas. Konflik antara tentara Republik Indonesia memakan korban. FDR segera bereaksi keras. Pemerintah Hatta secara resmi juga menerima Program Nasional FDR, yang dalam banyak hal sebenarnya hampir tidak berbeda dengan program yang… Continue reading Pemberontakan PKI Madiun 1948: (2) Kembalinya Moesso
Pemberontakan PKI Madiun 1948: (1) Hatta dan Oposisi
Pasca Indonesia merdeka, politik di tanah air terus bergerak dinamis.Kabinet naik dan jatuh karena persoalan politik.Persoalan semakin rumit ketika Belanda melancarkan serangan militernya ke Indonesia.Upaya diplomasi dilakukan, termasuk melalui perjanjian Renville yang ditandatangani Perdana Menteri Amir Syarifoedin dari sayap kiri. Namun sebuah peristiwa pemberontakan akan mengguncang republik yang baru lahir, yaitu pemberontakan di Madiun 1948.… Continue reading Pemberontakan PKI Madiun 1948: (1) Hatta dan Oposisi
PKI, Agama dan Soviet
Hindia Belanda awal abad ke 20 memasuki fase yang baru. Kata-kata seperti vergadering, kapitalisme, hingga nasionalisme menghiasi pikiran dan tulisan orang-orang pergerakan. Sarekat Islam yang memberi perasaan harga diri pada orang-orang pribumi, kemudian menyatukan mereka, bersinggungan dengan komunisme yang muncul sebagai daya dorong penolakan lebih keras terhdap penjajahan.Maka terasa wajar ketika ide-ide yang bersentuhan dan… Continue reading PKI, Agama dan Soviet
Kaum Merah di Ranah Minang (1): Dari Reformis ke Islam Revolusioner
Pemberontakan komunis di Minangkabau berjalan tak bersamaan dengan di Jawa. Perselisihan antara pengikut PKI Batavia dan Tan Malaka memecah gerakan komunis di sana. Meski demikian, agama tetap menjadi titik tolak utama gerakan dan pemberontakan di Minangakabau. Perlawanan terhadap kolonialisme bagi orang minang bukan hal baru. Dari Perang Paderi yang dahsyat hingga pemberontakan Kamang, menjadi bukti… Continue reading Kaum Merah di Ranah Minang (1): Dari Reformis ke Islam Revolusioner
Meletusnya Pemberontakan Kaoem Merah
Pertemuan Prambanan membuka jalan bagi terciptanya pemberontakan melawan pemerintah kolonial di Jawa. Berbeda dengan di Batavia, pemberontakan di Banten berdiri diatas Jihad fi Sablilillah. Aktornya pun bukan kamerad, tetapi ulama. Perlawanan di Batavia PKI, selain cabang Yogyakarta, Madiun, dan Surakarta, semua menyatakan persetujuannya. Instruksi terakhir untuk memberontak dikirim dari Cirebon tanggal 9-12 November 1926.… Continue reading Meletusnya Pemberontakan Kaoem Merah
Lahirnya Komunisme di Indonesia (5): Jalan Menuju Revolusi
Sikap represif yang diarahkan kepada PKI dibalas dengan rencana pemberontakan. Namun jalan menuju ke sana tak mulus. Tan Malaka dan Stalin menolak rencana itu. Sikap Gubernur Jenderal Fock memang sangat keras terhadap gerakan komunis. Gubernur Jenderal Dirk Fock pada September 1924 mengadakan sidang Raad van Indie, khusus untuk membahas langkah-langkah mengontrol (bestrijden) komunisme. Pertama… Continue reading Lahirnya Komunisme di Indonesia (5): Jalan Menuju Revolusi