Kritik Pedas ‘’Kiai’’ PKI untuk Masyumi

Ahmad Dasuki Siradj. Sumber foto: konstituante.net

Setidaknya ada dua penilaian umum mengenai gambaran Partai Komunis Indonesia (PKI) di mayoritas benak masyarakat Indonesia hari ini. Jika kita coba tanyakan pada orang tua kita yang dibesarkan pada era Orde Baru, biasanya mereka mengatakan orang-orang PKI adalah sekelompok orang jahat yang tidak percaya Tuhan, tukang rusuh, dan hobi membantai orang. Apapun kata sifat yang… Continue reading Kritik Pedas ‘’Kiai’’ PKI untuk Masyumi

Mengapa PKI gagal?

Massa dalam kampanye PKI jelang pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Dari partai komunis ketiga terbesar di dunia, PKI terhempas dalam waktu singkat pasca malam 30 September 1965. Apa sebabnya? Jatuhnya korban massa dari kubu pendukung PKI tak dapat disangsikan lagi. Jumlahnya mungkin masih bisa diperdebatkan, tetapi tidak dengan kebenaran peristiwa tersebut. Hanya saja, peristiwa ini juga menimbulkan tanda tanya; mengapa PKI runtuh tanpa menimbulkan perlawanan… Continue reading Mengapa PKI gagal?

Meriah dan Sengitnya Kampanye Pemilu 1955

Persaingan masa kampanye akhirnya menemui ujungnya tatkala pada 29 September 1955 diadakan pemlihan umum pertama di Indonesia. Sebanyak 37. 875. 299 orang mengikuti pemilu. Artinya tingkat partisipasi warga cukup tinggi, yaitu 87,65% dari yang terdaftar mengikutinya. Meski ada beberapa kendala, namun secara keseluruhan pemilihan umum pertama di Inonesia ini ini berjalan lancar.[1] Kabinet Burhanuddin Harahap… Continue reading Meriah dan Sengitnya Kampanye Pemilu 1955

Umat Islam dan sejarah 1965

Diorama dalam museum di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Sumber foto: pikiran-rakyat.com

Di tengah keriuhan isu pilkada, pandemi dan penusukan ulama, ada satu hal yang luput dari perhatian umat Islam saat ini, yaitu isu penghapusan mata pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran wajib dan pernyataan mantan panglima TNI, Gatot Nurmantyo bahwa dirinya digeser setelah mengadakan pemutaran film G-30 S/PKI secara serentak selama akhir masa jabatannya. Pelajaran sejarah menurut… Continue reading Umat Islam dan sejarah 1965

Bara Diakhir Babak: Menjelang September 1965

Massa dalam kampanye PKI jelang pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

“Nah didalam hal ini, didalam segala politik Republik Indonesia, ja bagian “Malaysia”, ja bagian berdikarinja ekonomi, ia bagian berdaulatnja politik. Ia bagian berkepribadiannja kebudajaan, selalu PKI adalah berdiri dibarsan jang paling depan daripada barisan Indonesia ini. Karena itupun saja tanpa tedeng aling2, jo PKI kene dulurku, kene dulurku, jo sanak jo kadang jen mati aku… Continue reading Bara Diakhir Babak: Menjelang September 1965

Haji Agus Salim dalam Pusaran Gerakan Buruh

Haji Agus Salim di Belanda, setelah pertemuan di Jenewa, Swiss. Di tengah, Moh. Hatta yang saat itu menjadi mahasiswa di Belanda. Sumber foto: http://blog.imanbrotoseno.com/tentang-hatta/

Dikenal sebagai pahlawan nasional yang berpenampilan cukup nyentrik dengan jenggot khasnya, Haji Agus Salim masih memiliki banyak sisi lain dalam kehidupannya yang jarang diketahui. Selain dikenal sebagai diplomat ulung yang menguasai berbagai bahasa dan intelektual muslim yang membina aktivis Jong Islamieten Bond seperti Mohammad Natsir hingga Mohammad Roem, pria yang sejak lahir diberi nama Masyudul… Continue reading Haji Agus Salim dalam Pusaran Gerakan Buruh

Antara 1959 – 65: Di Bawah Naungan Rezim Nasakom

Sukarno dan Aidit. Sumber foto: perpusnas.go.id

Yogyakarta lumpuh! Pangkalan udara maguwo sudah dipenuhi tentara Belanda yang baru saja melepaskan parasutnya. Pagi-pagi sekali, 18 Desember 1948, Belanda menyerbu Ibu Kota. Pesan kilat dikirimkan kepada Syafrudin Prawiranegara yang sedang berada di Bukit Tinggi agar sedia menggantikan Soekarno bila ia ditawan. Para pemimpin negara seperti Soekarno, Hatta, Agus Salim, Sjahrir ditawan Belanda. Syafruddin Prawiranegara… Continue reading Antara 1959 – 65: Di Bawah Naungan Rezim Nasakom

Rekonsiliasi dan Renungan (3): Dari Buru ke Tanah Suci

Ajip Rosidi. Foto: Tim Liputan JIB - JITU

Benarkah orang-orang menginginkan rekonsiliasi dari atas? Ataukah rekonsiliasi itu sebenarnya sudah berjalan dengan sendirinya?   Lautan manusia. Pemandangan sungguh dramatis. Semua menatapnya dengan takzim. Bulir-bulir bening yang entah mengapa sudah menggunduk di sudut mata. Air mata yang tak henti-hentinya meleleh melewati pipi. Dinding yang begitu kokoh seakan runtuh dengan menatapanya. Ka’bah, membukakan kesadaran ruhani akan… Continue reading Rekonsiliasi dan Renungan (3): Dari Buru ke Tanah Suci

Rekonsiliasi dan Renungan (2): Rekonsiliasi Hakiki

Arif Wibowo (PSPI). Foto: Tim Liputan JIB - JITU

Ada sisi lain dari tragedi 1965 yang bisa kita lihat. Islam menjadi dominan tampil dalam satu wajah, yaitu wajah politik. Alih-alih pendekatan politik konservatif, beberapa orang mencoba melihat dari sisi lain. Merangkul para komunis dan keluarganya.   Kerugian Umat Islam Pasca 1965 Peneliti Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI) Solo, Arif Wibowo menyoroti tindakan pembunuhan terhadap… Continue reading Rekonsiliasi dan Renungan (2): Rekonsiliasi Hakiki

Rekonsiliasi dan Renungan (1): Luka Sebelum ’65

Rekonsiliasi belakangan menjadi salah satu kata yang sering dibincangkan.Terlebih jika membahas sejarah bangsa ini, khususnya dalam soal sejarah pergulatan bangsa Indonesia dengan komunisme.Sebagian pihak meminta agar dilakukan rekonsiliasi antar anak bangsa, antara korban dengan pelaku.Bagi yang meminta rekonsiliasi, korban berarti orang-orang yang dirugikan (baik materil maupun non materi) pasca peristiwa 65.Pelaku, tentu saja sebaliknya.Tentu saja… Continue reading Rekonsiliasi dan Renungan (1): Luka Sebelum ’65

Pemberontakan PKI Madiun 1948: (6) Pembantaian Ulama dan Santri

Selain aparat pemerintah, warga sipil khususnya para kiyai dan para santrinya yang tak bersalah, nyatanya adalah sasaran serangan-serangan sistematis dan keji oleh PKI. Koran seperti Sin Po hingga saksi yang masih hidup menceritakan peristiwa biadab tersebut. Sebuah bukti bahwa pemberontakan Madiun bukanlah pembelaan diri. Seorang antropolog Amerika, Robert Jay, yang mulai tahun 1953, turun ke… Continue reading Pemberontakan PKI Madiun 1948: (6) Pembantaian Ulama dan Santri

Pemberontakan PKI Madiun 1948: (5) PKI Membela Diri?

PKI pasca pemberontakan 1948 berusaha membela diri mereka mengenai pemberontakan Madiun. Menurut Aidit ‘peristiwa Madiun’ adalah provokasi Hatta-Sukiman-Natsir. Saat kebangkitan PKI di Tahun 1950-an beredar narasi tandingan atas peristiwa Madiun 1948. Dalam narasi itu, PKI menyebut bahwa mereka tidak memberontak, tapi membela diri atas provokasi atau penyerangan pemerintah. Salah satunya adalah argumen Aidit yang kemudian… Continue reading Pemberontakan PKI Madiun 1948: (5) PKI Membela Diri?