Author Archive
Tapak-tapak Perjalanan Ulama-Patriot  K.H. Sholeh Iskandar

Tapak-tapak Perjalanan Ulama-Patriot K.H. Sholeh Iskandar

Dengan lugas, Sholeh Iskandar menyatakan keheranannya atas pendapat yang menyebut RUU-PA bertentangan dengan Pancasila. Sholeh Iskandar juga tidak memahami pendapat yang menganggap aneh jika syariat Islam masuk ke dalam hukum nasional RI. MENULIS tentang K.H. Sholeh Iskandar (1922-1992) adalah menulis tentang seorang ulama-patriot yang komitmen asasinya terhadap keislaman dan keindonesiaan sungguh-sungguh utuh, dan tanpa pamrih....
115 Tahun Jamiat Kheir (1901-2016) dan Kebangkitan Nasional di Indonesia

115 Tahun Jamiat Kheir (1901-2016) dan Kebangkitan Nasional di Indonesia

Pada tanggal 27 November 2016, Jamiat Kheir akan mengadakan milad untuk mengenang perjalanan lembaga yang sudah berusia 115 tahun ini. Selain mereka yang mendalami Sejarah, mungkin tak banyak yang tahu tentang kiprah lembaga ini di masa lalu. Padahal Jamiat Kheir ikut memainkan peranan yang tidak kecil dalam proses kebangkitan nasional di Indonesia. Jamiat Kheir didirikan...
Siti Munjiyah dan Kritik Kesetaraan Gender

Siti Munjiyah dan Kritik Kesetaraan Gender

Kemadjoean perempoean pada achir2 ini soedah melebihi dari kodratnya, ta’akan tertemoe dengan sifat keperempoeannja, sebagian dari kemadjoeannja itoe maka merika lantas bekerdja ada di fabriek, mendjalankan spoor, motor terbang d.l.l. malah ada jang mendjadi kampioen geloet, gontokan hingga menjeberang laoetan akan mentjari tandingnja. Dengan begitoe maka soedah barang tentoe badannja kentara keras-keras dan ototnja poen...
Manuskrip dan Memaknai Gempa Pidie Jaya

Manuskrip dan Memaknai Gempa Pidie Jaya

“Bermula jika pada bulan Rabiul Awwal gempa pada waktu Subuh alamatnya rahmat Allah akan datang kepada negeri itu. Jika pada waktu Dhuha alamatnya beroleh anugerah Allah Ta’ala akan dia isi negeri itu. Jika pada waktu Zuhur alamatnya orang jauh akan datang bahagialah kita berbuat ibadah akan Allah Ta’ala.”  (Museum Aceh. Inv. 07.1676) Itulah sepenggal catatan...
Mengenang KH Sholeh Iskandar: Dari Hizbullah Sampai Dhuafa

Mengenang KH Sholeh Iskandar: Dari Hizbullah Sampai Dhuafa

“Kalau aghniya’ (orang-orang kaya) gak usah dipikirkan, bisa berjalan sendiri, tapi kaum dhuafa’ harus kita bantu” – KH Sholeh Iskandar Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc., menyatakan bahwa K.H. Sholeh Iskandar memiliki pribadi dengan watak dan karakter yang kuat. Hal itu dikatakannya dalam Seminar Nasional dengan tema Pengusulan KH. Sholeh Iskandar Sebagai Pahlawan Nasional di...
Jalan Sunyi A.Kahar Muzakkir: Pendidikan, Diplomasi dan Politik

Jalan Sunyi A.Kahar Muzakkir: Pendidikan, Diplomasi dan Politik

Jalan perjuangan tak selamanya dikenang dan dirayakan. Hatta hasil perjuangan itu terus tumbuh dan berkembang hingga sekarang. Muhammadiyah, sudah melahirkan berpuluh, mungkin, ratusan ribu tokoh bangsa, yang bergerak memajukan, bukan hanya umat Islam namun bangsa Indonesia. Diantara ratusan ribu itu terselip sebuah nama yang tak banyak dikenal, yaitu adalah Abdul Kahar Muzakkir, seorang tokoh Muhammadiyah...
Islam dan Kerukunan Umat Beragama

Islam dan Kerukunan Umat Beragama

Satu waktu, wartawan majalah Panji Masyarakat mewawancarai mantan Menteri Agama, KH. Saifuddin Zuhri, ihwal kerukunan antar umat beragama. Dalam wawancara itu, Tokoh NU ini menerangkan, kerukunan bisa terwujud apabila adanya toleransi. Toleransi, menurutnya, menenggang orang lain tanpa mengorbankan prinsip. “Saya orang Islam, ber-Tuhan kepada Allah SWT, dan Muhammad adalah Utusan Tuhan. Bila saya korbankan prinsip...
KH Mas Mansur, Pemuda, dan Tanah Air

KH Mas Mansur, Pemuda, dan Tanah Air

KH Mas Mansur adalah sosok Muhammadiyah yang khas. Ia bukanlah tokoh Muhammadiyah yang berasal dari keluarga ‘Bani Hasyim’ seperti Kiyai Syujak, H. Fachrodin atau Ki Bagus Hadikusumo, empat bersaudara yang sempat mewarnai kepemimpinan di Muhammadiyah selama awal-awal masa berdirinya. KH Mas Mansur bahkan bukan dari Yogyakarta, tempat dimana Muhammadiyah berdenyut untuk pertama kalinya. Namun semua...
Bila Fatwa Ulama Diabaikan Penguasa

Bila Fatwa Ulama Diabaikan Penguasa

Sekarang-sekarang ini, kita sedang menunggu hasil gelar perkara Ahok terkait kasus penistaan agama. Memang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan Ahok menista Al-Qur’an dan Ulama, tapi itu rupanya tidak menjamin aparat penegak hukum memutuskan Ahok melanggar pasal penistaan agama. Aparat tampaknya sangat berhati-hati dalam kasus Ahok ini, untuk tidak mengatakan lamban dan ragu dengan sikap...
Buya Hamka dan Pancasila

Buya Hamka dan Pancasila

Pancasila. Sembilan huruf itu, dari sejak awal digali oleh Sukarno dan dilengkapi oleh Panitia Sembilan di tahun 1945, hingga kini tak kehilangan perbincangannya di masyarakat. Sejak masa kemerdekaan, rezim orde lama, orde baru, Pancasila terus diberikan makna yang berbeda-beda. Jika Pancasila awalnya sebagai dasar negara merupakan sebuah landasan sementara sebelum sidang konstituante, maka di rezim...
Pengadilan Surambi: Hukum Islam di Tanah Jawa

Pengadilan Surambi: Hukum Islam di Tanah Jawa

Kedudukan Pengadilan Surambi tidak secara langsung berada di bawah raja, namun dipimpin oleh Ulama’. Keputusan persidangan yang dilakukan di serambi masjid ini berfungsi sebagai nasihat bagi raja (Sultan atau Sunan) dalam mengambil keputusan Pelaksanaan syari’at Islam di Nusantara pada masa lalu adalah sebuah fakta sejarah. Sejumlah lontaran opini yang menyebutkan bahwa hukum Islam tidak sesuai...
Djihad dan Qitaal - Masjoemi Priangan (1946)

Djihad dan Qitaal – Masjoemi Priangan (1946)

JIHAD saat ini seperti salah satu kata yang mendapat kesan negatif. Padahal kata ini dahulu adalah salah satu jembatan menuju kemerdekaan Indonesia. Buku terbitan Masyumi daerah Priangan (Jawa Barat) ini adalah salah satu dokumen yang bisa memberikan pengetahuan kepada kita bagaimana para pejuang kemerdekaan memaknai Jihad dan Qitaal. Diterbitkan pada bulan Januari tahun 1946, buku...