Partai Masyumi adalah salah satu partai (Islam) terbesar dalam sejarah politik Republk Indonesia. Selain kiprahnya dalam dunia politik, kajian-kajian mengenai Partai Masyumi terus bergulir. Baik dari organisasi maupun pribadi-pribadi yang bernaung didalamnya. Masyumi seringkali disebut sebagai partai dengan citra yang positif, dan dihuni oleh para tokoh-tokoh yang penuh teladan. Namun upaya mengenal Masyumi tak dapat… Continue reading AD-ART Masyumi
Tag: Masyumi
Pemikiran Politik Tamar Djaja dalam Majalah Al-Islam Tahun 1953-1955
Dekade tahun 1920an-akhir 1966 ditandai dengan lahirnya penulis-penulis dengan latar belakang ideologi yang berbeda. Para penulis dengan background Islam pada kurun waktu tersebut dalam kajian historiografi kolonial dan masa kemerdekaan, umumnya berprofesi sebagai sastrawan dan politisi. Demikian halnya penulis berbasis ideologi Islam yang hidup pada masa awal pergerakan nasional akan memunculkan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan… Continue reading Pemikiran Politik Tamar Djaja dalam Majalah Al-Islam Tahun 1953-1955
Elegi 10 November dan Resolusi Jihad yang Ter(di)lupakan
Panas terik menggantung, diselingi desing pesawat yang terus berputar-putar di langit Surabaya. Lepas kumandang adzan bersahutan, ketika bulatnya mentari tepat di atas kepala, pesawat yang berbunyi bagai kepakan sayap jangkrik super cepat, berbising, memuntahkan puluhan ribu selebaran, puluhan ribu kertas bergoyang-goyang, terhempas angin, memenuhi atap, mobil, sepeda, jalan, hingga lorong-lorong Kota tua ini. Di tepi… Continue reading Elegi 10 November dan Resolusi Jihad yang Ter(di)lupakan
Belajar dari Sikap Perwira Soekiman Wirjosandjojo
Di masa penjajahan, kata “Indonesia” belum dikenal. Wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke ini dikenal dengan nama Hindia-Belanda. Hampir-hampir dilupakan, yang pertama kali menggunakan “Indonesia” sebagai nama organisasi ialah organisasi para mahasiswa Hindia-Belanda yang sedang menuntut ilmu di Negeri Belanda. Pada 1920-an terjadi peristiwa revolusioner, yaitu perubahan nama organisasi mahasiswa pribumi itu dari Indische… Continue reading Belajar dari Sikap Perwira Soekiman Wirjosandjojo
Menegakkan Etika Kekuasaan: 66 Tahun Pernyataan Roem-Roijen
Pada 19 Desember1948, pagi-pagi buta, tentara Belanda menyerbu ibu kota Republik Indonesia, Yogyakarta, menangkap Presiden Sukarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan sejumlah menteri. Serangan militer juga dilakukan Belanda tehadap ibu kota Sumatera Tengah, Bukittinggi. Bagi Belanda, serangan militer, pendudukan ibu kota dan penangkapan pimpinan pemerintahan RI, memang dimaksudkan untuk… Continue reading Menegakkan Etika Kekuasaan: 66 Tahun Pernyataan Roem-Roijen
Prawoto Mangkusasmito: Antara Pahlawan dan Blusukan
“Pahlawan itu bukan ditentukan oleh tempat di mana dia dimakamkan, tetapi pahlwan itu ditentukan oleh jasa-jasanya.” –M.Roem- PRIA berjenggot itu dikenal dengan baju koko, sarung, peci, dan berkacamata. Namanya Prawoto Mangkusasmito. Ia adalah Ketua Umum Masyumi yang terakhir. Usianya saat itu sekitar 60 tahun. Ia meninggal dunia kala melakukan kunjungan dakwah ke sebuah desa dekat… Continue reading Prawoto Mangkusasmito: Antara Pahlawan dan Blusukan
Ketika Tokoh Islam Pimpin Jakarta
Sebelum menjadi Walikota Jakarta Raya –jabatan setingkat Gubernur Jakarta -, dia adalah seorang yang ikut berjuang bersama pemuda-pemuda Bandung melawan penjajah Jepang. Ketika itu, dia diamanahi sebagai ketua KNIP Bandung yang bertugas mengambil alih kekuasaan dari tangan Jepang. Meskipun saat itu dia harus menghadapi para pemuda yang radikal dan pemerintah yang diplomatis, akan tetapi dia… Continue reading Ketika Tokoh Islam Pimpin Jakarta
Ketika Seorang Menteri Mengontrak Rumah
Di dalam gang sempit itu, berkelok dari jalan utama, menyelusup gang-gang padat rumah di Jatinegara terdapat sebuah rumah mungil dengan satu ruang besar. Begitu pintu dibuka, akan ada koper-koper berkumpul di sudut rumah dan kasur-kasu digulung di sudut lainnya ruang besar itu. Di sanalah tempat tidur Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri RI) bersama istri… Continue reading Ketika Seorang Menteri Mengontrak Rumah
Masyumi, Kekuasaan, dan “Orang Kita”
“Salah satu hal yang diperhatikan para pimpinan Masyumi, ialah mereka benar-benar membawa nama Partai Islam,” kata Dr. Abdullah Hehamahua, mantan Penasihat KPK Kamis kemarin (27/11/2013) di Jakarta. Saya semakin penasaran, apa maksud Pak Abdullah Hehamahua yang namanya akhir-akhir ini kerap terdengar? Beliau mengisahkan perjalanan Partai Islam pertama di Indonesia (yang diakui bersama) yang diresmikan oleh… Continue reading Masyumi, Kekuasaan, dan “Orang Kita”
Masyumi Melawan Korupsi
Situasi saat ini begitu nestapa. Satu per satu tokoh-tokoh dari partai yang dikenal partai berbasis Islam terperosok kubangan lumpur korupsi. Umat merasa tak berdaya, kehilangan asa. Bagaimana mungkin para tokoh yang sebagian dari mereka dikenal saleh bisa terbuai bujuk rayu korupsi? Kesedihan umat Islam, berlawanan dengan tokoh sekuler. Mereka bernyanyi bersama mencemooh para tokoh, serta-tentu… Continue reading Masyumi Melawan Korupsi