Kondisi ummat Islam yang tercerai-berai, menimbulkan kegetiran. Gagasan untuk menuju persatuan ummat Islam (Wahdah al-Ummah), terkhusus di Indonesia telah menjadi harapan dan cita-cita tokoh-tokoh Islam sejak zaman dahulu, salah satunya Mohammad Natsir. Beliau berpendapat bahwa dasar persatuan tersebut haruslah bermula dari keimanan. Keimanan yang kokoh kepada Allah dan Rasulullah. Keimanan yang menjelma dalam amal ibadah dan pergaulan hidup sehari-hari. Dan juga keimanan yang dijadikan dasar pijakan dalam setiap perkara duniawiyah maupun ubudiyah. Karena golongan yang dijamin Allah akan bersatu bukanlah golongan muslimin, namun mukminin. Sebagaimana firman-Nya, “innamal mu’minuuna ikhwatun”, bukan “innamal muslimuuna ikhwatun”.

Menurut Mohammad Natsir persatuan Islam sangat berharga. Karena agama Islam bukan agama individu. Melainkan perpaduan antara Aqidah, Syari’ah dan Nizham al-Mujtama’ (tata hidup bermasyarakat), yang dengan ketiga unsur ini dapat ditegakkannya Jama’atul Muslimin.

Oleh: M. Fikri Hidayatullah – Penggemar buku-buku Islam lawas.

Klik disini untuk membaca secara online buku MEMPERSATUKAN UMMAT karya M. NATSIR