Yogyakarta – Puluhan peserta memadati “Teras Dakwah” pada hari Sabtu (9/4/17). Kajian Sejarah Islam dengan tema “ Sejarah Kedatangan Islam di Indonesia” merupakan kegiatan rutin bulanan atas kerjasama Komunitas Jejak Islam untuk Bangsa [JIB] dengan Teras Dakwah. Kajian Sejarah Islam kali ini menghadirkan Ustadz M. Isa Anshori dari Pusat Studi Peradaban Islam, Surakarta.

Ustadz Isa Anshori menjelaskan pentingnya latar belakang kondisi Nusantara sebelum datangnya Islam. Termasuk relasi bangsa ini dengan bangsa-bangsa lain sebelum Islam masuk ke Indonesia.

“Kalau kita mengkaji sejarah di Negeri kita sebelum datangnya Islam, kita akan mendapati bahwa negeri ini bukan negeri yang “suwung” alias kosong tidak ada aktivitas dan tidak ada peradaban yang dibangun. Leluhur kita sudah pernah melakukan kontak dengan bangsa-bangsa di luar negeri kita”

Hal ini sangat penting untuk dikaji, karenanya ia mengatakan perlunya mengetahui dari mana asal penduduk yang ada din egeri ini. Ada beberapa teori tentang asal muasal leluhur negeri ini.

“Terdapat empat teori manusia. Yakni Teori Yunan, Teori Afrika, Teori Taiwan, dan Teori pribumi. Apapun teorinya, kemudian orang menganggap bahwa kita dengan fisik sekarang ini, tidak dekat dengan ciri fisik orang Cina, begitu juga dengan orang-orang Afrika. Tetapi proses pernikahan antara bangsa Yunan dan Taiwan yang kemudian setelah beberapa generasi mirip dengan kita saat ini ” ungkapnya

Peserta antusias memenuhi kajian di Teras Dakwah

Banyak teori masuknya Islam ke Indonesia, beberapa diantaranya adalah Teori Cina, Teori Arab, Teori Persia, Teori benggala. “Namun kalau kita mengacu pada awal datangnya Islam pertama kali adalah dari Jazirah Arab”

Namun ada yang patut diperhatikan ketika masuknya Islam di Indonesia. Tentang perubahan negeri ini sesaat sebelum dan datangnya Islam. “Prof Naquib al- Attas menyebutkan bahwa kedatangan Islam memunculkan semangat Rasionalitas dan juga semangat belajar. Karena Islam datang mengajarkan untuk menggunakan akalnya, terbukti dengan perintah iqra”

Seperti kita ketahui bersama, bahwa Islam juga mengajarkan tentang akhlak. Banyak leluhur negeri ini yang tertarik masuk Islam karena melihat kebaikan akhlak para da’i yang datang ke negeri ini. “Saat mereka berdagang tidak pernah melakukan kebohongan. Mereka jujur kepada siapapun, meski mereka leluhur berbeda keyakinan” tuturnya

Komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) akan terus mengadakan Kajian rutin Sejarah dan aktif dalam bidang tulisan Sejarah umat Islam di Indonesia. Tentang JIB bisa kunjungi jejakislam.net.

Oleh: Rizka Rahmawati – Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) afdeling Jogjakarta