Peristiwa penghapusan Turki Usmani oleh Mutafa Kemal yang disusul oleh seruan ulama al-Azhar untuk menghadiri Kongres Kairo yang akan memilih khalifah baru mendapat antusiasme yang sangat besar dari umat Islam di Indonesia. Pada 4-5 Oktober 1924 para pemimpin Sarekat Islam, Muhammadiyah dan Al-Irsyad mengadakan sebuah pertemuan di Madrasah Tarbiatoel Aitam Genteng Surabaya. Selain dihadiri… Continue reading Comite Chilafat (Surat Kabar Bendera Islam tahun 1924)
Ichwanul Muslimin dan Kaum Intelek (Majalah Hikmah tahun 1954)
Berkaitan dengan hangatnya isu Mesir dan Ikhwanul Muslimin, maka kami mengangkat kembali tulisan AR Baswedan di Majalah No. 50, 11 Desember 1954 dalam Rubrik Luar Negeri berjudul ‘Ichwanul Muslimin dan Kaum Intelek’.
Cita-Cita Ikhwanul Muslimin Tetap Hidup
Oleh : HAMKA (Majalah Hikmah 11 Desember 1954 dalam rubrik Luar Negeri – Dunia Islam) Seseorang dibuang seumur hidup dengan kerja paksa dan 6 orang digantung! Inilah putusah yang telah dikeluarkan oleh Dewan Revolusi Mesir terhadap pemimpin-pemimpin Al Ikhwan Al Muslimun. dalam pada itu disiarkanlah kabar -kabar bahwasannya Ikhwan hendak berontak. Di mana-mana telah ditangkap… Continue reading Cita-Cita Ikhwanul Muslimin Tetap Hidup
Sepenggal Jejak Islam di Minahasa, Sulawesi Utara
Sahabat JIB, beberapa waktu silam, salah seorang penggiat JIB di Bandung, kang Rizki Lesus berkesempatan mengunjungi salah satu kampung tua di daerah Minahasa, Sulawesi Utara. Yang menarik di sini, ialah mayoritas penduduk Kampung di Minahasa adalah Islam. Adalah hal yang ganjil melihat penduduk mayoritas Sulawesi Utara adalah kristen. Sepanjang mata memandang, gereja-gereja berjejer di jalan… Continue reading Sepenggal Jejak Islam di Minahasa, Sulawesi Utara
Langkah Awal
Alhamdulillah, akhirnya situs JIB bisa terwujud. Sejak pertama kali kami mempublikasikan tulisan-tulisan di Facebook pada Juli 2013, ide pembuatan website sudah tercetus. Namun baru sekarang bisa lahir. Situs ini justru langkah awal dari JIB untuk bergerak dan berbuat lebih. Alhamdulillah pula, sepekan sebelum situs ini lahir, JIB juga telah mengadakan kajian “Mengungkap Rahasia Sejarah Islam di… Continue reading Langkah Awal
Orang-orang dari Pesantren
Tidak ada yang merakit bom dalam kisahnya. Tidak ada pula kisah percintaan sesama santri pria. Atau pun perempuan yang tertindas dalam lingkungan pesantren. Buku ini sederhana. Tidak perlu mengenyitkan dahi untuk membacanya. Malah cara bercerita dalam buku ini sangat ringan dan menyenangkan. Terkadang jenaka. Ironi. Dan acapkali Heroik. Buku ini sebuah otobiografi seorang ulama dan… Continue reading Orang-orang dari Pesantren
Antara Miss World, Budaya, dan Buya Hamka
“Yang Pindah agama itu telah banyak, tetapi lebih banyak lagi yang lepas lolos dari ikatan Islam, tersapu habis pandangan dan cinta Islam dari dalam hatinya.”-Buya Hamka. Penyelenggaraan Miss World tahun 2013, yang sebentar lagi akan berlangsung nampaknya akan terus melaju. Meskipun penyelenggaraan itu menuai kecaman dari umat Islam di Indonesia. Pendapat kontra sudah kita… Continue reading Antara Miss World, Budaya, dan Buya Hamka
Selintas Pandangan Hidup Natsir
Salah satu generasi emas tokoh-tokoh Islam adalah generasi para tokoh-tokoh Masyumi. Mereka adalah tokoh dengan kecerdasan memukau, kesalehan yang menghujam ke sanubari, serta kesederhanaan yang kaya akan teladan. Buya Hamka, menyebut generasi ini puluhan orang yang mampu menggerakkan jutaan umat Islam. Mereka adalah tokoh yang turut terjun ke gelanggan republik ini, tak hanya menjadi bagian… Continue reading Selintas Pandangan Hidup Natsir
K.H. Ahmad Rifa’i Kalisalak: Mujaddid dari Tanah Jawa
Abad ke-19 adalah masa yang amat penting dalam perjalanan sejarah Jawa. Pada masa ini, kekuasaan kolonial Eropa – yang sejak kurang lebih dua abad sebelumnya telah hadir di Pulau Jawa – berhasil menancapkan otoritasnya di Jawa. Setelah mengambil alih kekuasaan dari tangan VOC yang bangkrut, pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan sistem administrasinyakepada masyarakat pribumi yang sebelumnya… Continue reading K.H. Ahmad Rifa’i Kalisalak: Mujaddid dari Tanah Jawa
Cinta Tanah Air?
Sempat tersiar berita tentang beberapa sekolah Islam yang menolak upacara bendera [1] dan radio Islam yang menolak menyiarkan lagu kebangsaan[2]. Komentar-komentar bermunculan. Dari perbuatan makar, hingga pengkhianat. Kejadian seperti ini mudah membakar emosi orang-orang yang tak sependapat dengan sekolah atau radio tersebut. Apalagi belakangan memang santer masalah NII, penolakan terhadap pancasila dan sebagainya. Maka tak… Continue reading Cinta Tanah Air?
Dari Hati ke Hati
“Yang menganjurkan doa bersama, atau perayaan ‘Lebaran-Natal’, atau barangkali nanti ‘Natal-Maulid’, bukanlah orang yang mempunyai kesadaran agama, melainkan orang-orang yang sekuler, yang baginya masa bodoh , apakah Tuhan satu atau beranak, sebab bagi mereka agama itu hanya iseng!” Itulah sepenggal dari tulisan Buya Hamka terdapat pada buku Dari Hati ke Hati. Sebuah buku kumpulan tulisan… Continue reading Dari Hati ke Hati
Fanatik!
Fanatik! Sudah kenyang telinga kita mendengar kata fanatik. Itu bukan lagi hal yang menggelitik. Tak sekedar kritik. Namun menjadi sidang penghakiman sebuah ‘kejahatan’ bernama ghirah. Fanatik menjadi ketok vonis untuk menyudutkan umat Islam. Nabi dihina, kita marah, dicap fanatik. Ada pemurtadan ditengah saudara-saudara seiman, tak boleh kita bersuara. Bersuara berarti fanatik. Malah kata Buya Hamka,… Continue reading Fanatik!