Janggut Haji Agus Salim

Persoalan penampilan ternyata jadi soal pula dalam panggung politik. Termasuk di Indonesia. Salah satu penampilan yang dipersoalkan adalah Janggut. Dan salah seorang yang dikenal...

Ketika Agus Salim Kecil Mengerjakan PR-nya

Semilir angin berhembus sepanjang kaki Gunung Singgalang yang biru mejulang. Sawah-sawah berjejer rapi, hijaunya menghampar, kerbau-kerbau dan para petani seakan menyemut dari kejauhan sana....

Rekonsiliasi dan Renungan (2): Rekonsiliasi Hakiki

Ada sisi lain dari tragedi 1965 yang bisa kita lihat. Islam menjadi dominan tampil dalam satu wajah, yaitu wajah politik. Alih-alih pendekatan politik konservatif,...

Antara Aceh dan Rohingya. Sepenggal Catatan Perjalanan

Seperti Anshar di Madinah, yang menyambut saudaranya seiman para Muhajirin Mekah, semua warga bahu membahu membantu. Para wanita di kampung pun sampai lupa memasak...

Ketika Seorang Menteri Mengontrak Rumah

Di dalam gang sempit itu, berkelok dari jalan utama, menyelusup gang-gang padat rumah di Jatinegara terdapat sebuah rumah mungil dengan satu ruang besar. Begitu...

Segenggam Maaf Hamka Untuk Yamin

Tatapannya begitu tenang. Tak ada rasa benci di sana. Tak ada dendam. Hamka benar-benar menjalani kehidupan dengan lapang dada. Sebelum wafatnya Soekarno (baca tulisan...

Air Mata Indonesia di Sudut Kairo

Usianya tak lagi muda. Jenggotnya dan helaian rambutnya kini putih mengkilap. Sesekali ia mengembalikan posisi kaca mata bulat tebalnya ke pangkal hidungnya. Di usianya...

Rekonsiliasi dan Renungan (3): Dari Buru ke Tanah Suci

Benarkah orang-orang menginginkan rekonsiliasi dari atas? Ataukah rekonsiliasi itu sebenarnya sudah berjalan dengan sendirinya?   Lautan manusia. Pemandangan sungguh dramatis. Semua menatapnya dengan takzim. Bulir-bulir bening...

Degup Cita Para Pendiri Bangsa untuk Palestina

Purnama nan bulat begitu cantik, memendar menemani berjuta tapak yang kian lelah dan entah hendak kemana menyusur rerimbunan lautan hutan yang begitu pekat. Temaramnya...

Kenangan Bersama Muhammadiyah

Yogyakarta. Kuda-kuda berseliweran di jalanan. Kereta api, masuk dengan perlahan, asapnya mengepul. Sepeda-sepeda tertambat. Alun-alun begitu hidup. Keraton dan Mesjid Gede ramai dikerubuti orang-orang...

Mereka yang Berjuang #2

Pagi itu, puluhan tiang bendera berderet rapi, berbaris melengkung mengikuti sudut jalanan, di ujung jalur pedestrian selebar 2 meter, mengikuti lekukan gedung. Desing-desing angin...

Surat Cinta dari Mesir

Surat Cinta Dari Mesir Mesir, kini negeri ini tiba-tiba ramai di seberang sana. Hal ini mungkin karena ada akar sejarah sangat kuat antara Mesir dan...

Recent Posts