Mengenang KH Wahid Hasyim (1 Juni: 1914-2016)

Visi Politik Negarawan Muslim Malam semakin larut. Di tatapnya lamat-lamat langit-langit tepat dihadapannya di atas pembaringan. Lelah memang, sudah berbulan-bulan, tak terasa esok hari ialah...

Surat Cinta dari Mesir

Surat Cinta Dari Mesir Mesir, kini negeri ini tiba-tiba ramai di seberang sana. Hal ini mungkin karena ada akar sejarah sangat kuat antara Mesir dan...

Buya Hamka, Ketika Air Tuba Dibalas Air Susu

“Bila aku mati kelak, minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku.” Di sepetak ruang. Di sudut lorong-lorong gelap, berkelok, tak tahu di mana ujungnya....

Segenggam Maaf Hamka Untuk Yamin

Tatapannya begitu tenang. Tak ada rasa benci di sana. Tak ada dendam. Hamka benar-benar menjalani kehidupan dengan lapang dada. Sebelum wafatnya Soekarno (baca tulisan...

Mereka yang Berjuang #1

Pagi itu, Puluhan tiang bendera berderet rapi, berbaris melengkung mengikuti sudut jalanan, di ujung jalur pedestrian selebar 2 meter, mengikuti lengkungan gedung. Desing-desing angin...

Rekonsiliasi dan Renungan (1): Luka Sebelum ’65

Rekonsiliasi belakangan menjadi salah satu kata yang sering dibincangkan.Terlebih jika membahas sejarah bangsa ini, khususnya dalam soal sejarah pergulatan bangsa Indonesia dengan komunisme.Sebagian pihak...

Ketika Seorang Menteri Mengontrak Rumah

Di dalam gang sempit itu, berkelok dari jalan utama, menyelusup gang-gang padat rumah di Jatinegara terdapat sebuah rumah mungil dengan satu ruang besar. Begitu...

Rekonsiliasi dan Renungan (2): Rekonsiliasi Hakiki

Ada sisi lain dari tragedi 1965 yang bisa kita lihat. Islam menjadi dominan tampil dalam satu wajah, yaitu wajah politik. Alih-alih pendekatan politik konservatif,...

Prawoto Mangkusasmito: Antara Pahlawan dan Blusukan

“Pahlawan itu bukan ditentukan oleh tempat di mana dia dimakamkan, tetapi pahlwan itu ditentukan oleh jasa-jasanya.” –M.Roem- PRIA berjenggot itu dikenal dengan baju koko, sarung,...

Kenangan Bersama Muhammadiyah

Yogyakarta. Kuda-kuda berseliweran di jalanan. Kereta api, masuk dengan perlahan, asapnya mengepul. Sepeda-sepeda tertambat. Alun-alun begitu hidup. Keraton dan Mesjid Gede ramai dikerubuti orang-orang...

Ketika Agus Salim Kecil Mengerjakan PR-nya

Semilir angin berhembus sepanjang kaki Gunung Singgalang yang biru mejulang. Sawah-sawah berjejer rapi, hijaunya menghampar, kerbau-kerbau dan para petani seakan menyemut dari kejauhan sana....

Air Mata Indonesia di Sudut Kairo

Usianya tak lagi muda. Jenggotnya dan helaian rambutnya kini putih mengkilap. Sesekali ia mengembalikan posisi kaca mata bulat tebalnya ke pangkal hidungnya. Di usianya...

Recent Posts